{"id":24187,"date":"2025-12-23T23:11:38","date_gmt":"2025-12-23T23:11:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=24187"},"modified":"2025-12-23T23:11:38","modified_gmt":"2025-12-23T23:11:38","slug":"kpk-meragukan-29-aset-bupati-bekasi-ade-kuswara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=24187","title":{"rendered":"KPK Meragukan 29 Aset Bupati Bekasi ADE KUSWARA"},"content":{"rendered":"<p><strong>IndonesiaLineNews<\/strong>&#8211;Jakarta -Komisi Pemberantasan Korupsi menyita sebanyak 49 dokumen penting usai menggeledah kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi pada 22 Desember 2025.<\/p>\n<p>Dokumen-dokumen tersebut berkaitan dengan proyek pengadaan di lingkungan Pemkab Bekasi.<br \/>\nDokumen yang diamankan di antaranya berkaitan dengan proyek-proyek pengadaan tahun 2025, dan rencana pekerjaan pengadaan tahun 2026,\u201d ujar Budi kepada jurnalis di Jakarta, 23 Desember 2025<\/p>\n<p>Upaya paksa itu digelar tim KPK terkait kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemda Kab Bekasi Jawa Barat, yang menjerat Bupati Ade Kuswara dan kawan-kawan<\/p>\n<p>Dalam BBE (barang bukti elektronik) yang disita, di antaranya telepon genggam, penyidik menemukan beberapa percakapannya sudah dihapus,\u201d kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya<\/p>\n<p>Ia tercatat memiliki 1 bidang tanah dan bangunan di Karawang, 2 bidang tanah dan bangunan di Cianjur, dan 28 bidang tanah dan bangunan di Bekasi. Namun, hanya dua bidang tanah dan bangunan di Bekasi yang tercatat berasal dari hasil sendiri. Sementara itu, 29 aset lainnya tidak mencantumkan asal usulnya.<\/p>\n<p>(Rhm\/Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews&#8211;Jakarta -Komisi Pemberantasan Korupsi menyita sebanyak 49 dokumen penting usai menggeledah kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi pada 22 Desember 2025. Dokumen-dokumen tersebut berkaitan dengan proyek pengadaan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":24188,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,34,45,146,52],"tags":[],"class_list":["post-24187","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-hukum","category-jakarta","category-korupsi","category-sorotan"],"views":33,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24187","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=24187"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24187\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24190,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24187\/revisions\/24190"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/24188"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=24187"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=24187"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=24187"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}