{"id":24124,"date":"2025-12-18T09:56:29","date_gmt":"2025-12-18T09:56:29","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=24124"},"modified":"2025-12-18T09:56:29","modified_gmt":"2025-12-18T09:56:29","slug":"pemprov-riau-jadwalkan-pembahasan-ump-2026-bersama-dewan-pengupahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=24124","title":{"rendered":"Pemprov Riau Jadwalkan Pembahasan UMP 2026 Bersama Dewan Pengupahan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Pekanbaru \u2013 Pemerintah Provinsi Riau dijadwalkan mulai membahas penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Riau tahun 2026 bersama Dewan Pengupahan Daerah. Rapat perdana ini akan digelar pada Kamis (18\/12\/2025) besok, sebagai langkah awal menentukan besaran upah minimum tahun depan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pembahasan UMP ini menyusul terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengupahan dari pemerintah pusat yang menjadi dasar resmi bagi daerah dalam menghitung dan menetapkan upah minimum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Riau, Roni Rahmat, mengatakan rapat bersama Dewan Pengupahan dilakukan untuk mengejar tenggat waktu yang telah ditetapkan pemerintah pusat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKita dikejar waktu. Sesuai aturan, paling lambat tanggal 24 Desember UMP sudah harus diumumkan. Tapi target kita sebelum tanggal itu sudah selesai,\u201d ujar Roni, Rabu (17\/12\/2025).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut Roni, penetapan UMP Riau 2026 menjadi tahapan penting karena akan menjadi acuan bagi pemerintah kabupaten dan kota dalam menetapkan Upah Minimum Kabupaten\/Kota (UMK). Karena itu, proses pembahasan di tingkat provinsi harus segera dirampungkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Namun demikian, Roni menegaskan bahwa besaran kenaikan UMP Riau 2026 belum dapat dipastikan. Masih ada satu komponen krusial yang harus disepakati bersama Dewan Pengupahan, yakni penentuan nilai alfa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cSemua komponen dasar sudah ditetapkan oleh pusat, seperti inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Yang kita diskusikan di daerah tinggal nilai alfa, apakah 0,5 sampai 0,9. Nilai inilah yang nanti dimasukkan ke dalam rumus untuk menentukan UMP,\u201d jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menambahkan, perbedaan nilai alfa, meski terlihat kecil, sangat berpengaruh terhadap besaran UMP yang dihasilkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cBeda nol koma saja, hasil akhirnya sudah berbeda. Jadi kita harus benar-benar membahasnya secara matang,\u201d kata Roni.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Hasil pembahasan Dewan Pengupahan, lanjut Roni, akan disampaikan kepada Gubernur Riau untuk kemudian ditetapkan secara resmi. Setelah UMP ditetapkan, kabupaten dan kota di Riau dapat segera melanjutkan pembahasan UMK masing-masing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cBesok kita mulai bahas. Hasilnya akan kita laporkan ke gubernur, supaya daerah bisa langsung menyesuaikan UMK. Insyaallah sebelum 24 Desember sudah diumumkan,\u201d pungkasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Seperti diketahui, penetapan UMP 2026 secara nasional menggunakan formula baru, yakni inflasi ditambah hasil perkalian pertumbuhan ekonomi dengan nilai alfa. Rentang nilai alfa ditetapkan antara 0,5 hingga 0,9 dan berlaku untuk seluruh daerah di Indonesia sesuai PP Pengupahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sebagai informasi, Pemprov Riau bersama Dewan Pengupahan sebelumnya telah menetapkan UMP tahun 2025 dengan kenaikan 6,5 persen menjadi Rp3.508.776,22. Angka ini kemudian menjadi acuan dalam penetapan Upah Minimum Kabupaten\/Kota (UMK) 2025 di Riau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Adapun UMK 2025 ditetapkan sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">1. Kota Dumai: Rp4.118.659,61<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">2. Kabupaten Bengkalis: Rp3.933.620,36<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">3. Indragiri Hulu: Rp3.703.206,19<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">4. Kota Pekanbaru: Rp3.675.937,97<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">5. Rokan Hulu: Rp3.579.380,61<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">6. Kabupaten Kampar: Rp3.634.593,72<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">7. Kabupaten Siak: Rp3.691.216,25<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">8. Kabupaten Pelalawan: Rp3.616.057,35<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">9. Kabupaten Kuansing: Rp3.692.796,76<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">10. Rokan Hilir: Rp3.548.818,47<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara itu, Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Kepulauan Meranti menetapkan UMK 2025 sama dengan UMP Riau, yakni Rp3.508.776,22.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Pekanbaru \u2013 Pemerintah Provinsi Riau dijadwalkan mulai membahas penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Riau tahun 2026 bersama Dewan Pengupahan Daerah. Rapat perdana ini akan digelar<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":24125,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,57,53,48],"tags":[],"class_list":["post-24124","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-pekanbaru","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":68,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24124","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=24124"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24124\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24126,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24124\/revisions\/24126"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/24125"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=24124"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=24124"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=24124"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}