{"id":24083,"date":"2025-12-15T07:27:21","date_gmt":"2025-12-15T07:27:21","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=24083"},"modified":"2025-12-15T07:27:21","modified_gmt":"2025-12-15T07:27:21","slug":"bahaya-cuaca-anomali-sekolah-di-pekanbaru-diimbau-studi-tour-di-dalam-kota-saja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=24083","title":{"rendered":"Bahaya Cuaca Anomali, Sekolah di Pekanbaru Diimbau Studi Tour di Dalam Kota Saja"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><strong>IndonesiaLineNews-Pekanbaru<\/strong>\u00a0\u2013 Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru secara resmi mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pihak sekolah, khususnya jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), untuk meniadakan atau membatalkan rencana kegiatan\u00a0<em>study tour<\/em>\u00a0ke luar Provinsi Riau. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap risiko keselamatan siswa di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Imbauan penting ini disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, pada Senin (15\/12\/2025). Menurutnya, fokus utama pemerintah adalah menjamin keamanan dan keselamatan peserta didik, terutama saat mereka bepergian dalam rombongan besar.<\/span><\/p>\n<p data-path-to-node=\"5\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Saat ini, kita menyaksikan fenomena cuaca yang anomali, tidak menentu, dan cenderung ekstrem di beberapa wilayah. Kondisi ini sangat berisiko jika harus melakukan perjalanan jauh, apalagi ketika membawa rombongan siswa dalam jumlah yang banyak,&#8221; tegas Markarius.<\/span><\/p>\n<p data-path-to-node=\"6\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Markarius menekankan bahwa keselamatan siswa merupakan prioritas tertinggi yang harus dipegang teguh oleh seluruh lembaga pendidikan. Oleh karena itu, ia meminta agar kegiatan pembelajaran di luar lingkungan sekolah atau\u00a0<em>outing class<\/em>\u00a0sebisa mungkin tetap dilaksanakan di dalam wilayah Kota Pekanbaru.<\/span><\/p>\n<p data-path-to-node=\"6\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Tindakan pencegahan ini dikeluarkan mengingat bahwa sebentar lagi, sekolah-sekolah di Pekanbaru akan memasuki masa libur panjang. Berdasarkan kalender akademik, libur semester ganjil akan dimulai pada pekan depan, yakni efektif mulai akhir Desember hingga awal Januari. Periode liburan ini seringkali dimanfaatkan sekolah untuk melaksanakan kegiatan perjalanan.<\/span><\/p>\n<p data-path-to-node=\"8\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Markarius menambahkan bahwa sekolah tidak perlu khawatir kehilangan opsi edukasi yang berkualitas. Ia menjelaskan bahwa Kota Pekanbaru sendiri memiliki banyak lokasi edukatif dan destinasi yang dapat dimanfaatkan sebagai tujuan pembelajaran.<\/span><\/p>\n<p data-path-to-node=\"9\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Di Pekanbaru, kita memiliki banyak sekali lokasi edukatif yang sangat layak untuk dikunjungi. Ini bisa dimanfaatkan sebagai tujuan pembelajaran, tanpa harus menempuh perjalanan jauh yang justru berpotensi membahayakan keselamatan siswa akibat faktor cuaca dan risiko perjalanan,&#8221; jelas Markarius lebih lanjut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Wakil Wali Kota meminta seluruh pihak sekolah, baik SD maupun SMP, untuk mematuhi imbauan tersebut. Kepatuhan sekolah adalah kunci demi terciptanya rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik selama masa liburan semester yang akan datang.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Pekanbaru\u00a0\u2013 Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru secara resmi mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pihak sekolah, khususnya jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), untuk<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":24084,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,73,119,57,48,38],"tags":[],"class_list":["post-24083","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-komunikasi","category-lingkungan","category-pekanbaru","category-pemerintahan","category-pendidikan"],"views":37,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24083","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=24083"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24083\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24085,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24083\/revisions\/24085"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/24084"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=24083"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=24083"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=24083"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}