{"id":24025,"date":"2025-12-12T09:12:04","date_gmt":"2025-12-12T09:12:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=24025"},"modified":"2025-12-12T09:12:28","modified_gmt":"2025-12-12T09:12:28","slug":"ternak-warga-dayun-siak-jadi-korban-jejak-kaki-harimau-15-cm-ditemukan-tim-bbksda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=24025","title":{"rendered":"Ternak Warga Dayun Siak Jadi Korban, Jejak Kaki Harimau 15 CM Ditemukan Tim BBKSDA"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><strong>IndonesiaLineNews-Pekanbaru<\/strong>\u00a0&#8211; Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan pengecekan dan mitigasi setelah seekor sapi milik warga Dusun Batang Sepetai, Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, ditemukan mati dengan luka parah yang diduga akibat serangan Harimau Sumatera.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (10\/12\/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. Pemilik ternak, Selamat, awalnya menemukan sapinya mati di kebun sawit milik warga bernama Purba.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Setelah dilaporkan kepada aparat setempat, tim gabungan dari BBKSDA Riau, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat langsung turun ke lokasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Hasil pengecekan, tim mendapati bangkai sapi dalam kondisi mengenaskan dengan kondisi mengalami luka pada bagian tubuh belakang dan paha atas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cHasil identifikasi lapangan menunjukkan adanya jejak kaki satwa yang diduga kuat milik Harimau Sumatera dengan ukuran sekitar 15 sentimeter,\u201d kata Kepala BBKSDA Riau, Supartono, Jumat (12\/12).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dari laporan yang ia terima, lokasi kejadian ungkap Supartono, berada di Areal Penggunaan Lain (APL) yang merupakan kawasan perkebunan sawit masyarakat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKondisi ini, kerap menjadi titik interaksi manusia dan satwa liar akibat beririsan dengan wilayah jelajah harimau,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Setibanya di lokasi konflik, tim yang turun ke lapangan langsung memasang dua kamera trap untuk mengidentifikasi individu harimau, memantau perilaku, serta pola pergerakannya di sekitar lokasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cPemasangan kamera trap merupakan langkah penting untuk menentukan mitigasi lanjutan yang tepat dan aman, baik bagi warga sekitar maupun bagi satwa dilindungi seperti Harimau Sumatera,\u201d ujar Supartono.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi membahayakan diri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pihaknya, lanjut Supartono, akan menangani kasus ini secara profesional dengan prioritas keselamatan masyarakat tanpa mengabaikan perlindungan harimau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain itu, pihaknya akan terus melakukan monitoring intensif dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat keamanan untuk memastikan situasi tetap terkendali dan langkah mitigasi berjalan efektif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKerja sama dan informasi dari masyarakat sangat kami perlukan dalam upaya mitigasi konflik manusia dan satwa liar,\u201d tambahnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Pekanbaru\u00a0&#8211; Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan pengecekan dan mitigasi setelah seekor sapi milik warga Dusun Batang Sepetai, Desa Dayun, Kecamatan Dayun,<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":24026,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,143,73,119,57,48],"tags":[],"class_list":["post-24025","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-flora-dan-fauna","category-komunikasi","category-lingkungan","category-pekanbaru","category-pemerintahan"],"views":51,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24025","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=24025"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24025\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24027,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24025\/revisions\/24027"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/24026"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=24025"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=24025"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=24025"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}