{"id":23825,"date":"2025-12-03T05:25:36","date_gmt":"2025-12-03T05:25:36","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=23825"},"modified":"2025-12-03T05:25:36","modified_gmt":"2025-12-03T05:25:36","slug":"kinerja-polsek-dipertanyakan-arena-sabung-ayam-tak-tersentuh-warga-minta-penegakan-hukum-tegas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=23825","title":{"rendered":"Kinerja Polsek Dipertanyakan: Arena Sabung Ayam Tak Tersentuh, Warga Minta Penegakan Hukum Tegas"},"content":{"rendered":"<p><strong>IndonesiaLineNews<\/strong>*Kutalimbaru,\u2013* Rasa kecewa dan kekesalan warga Pasar 2, Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, semakin memuncak. Masyarakat menilai Polsek Kutalimbaru gagal menunjukkan ketegasan dalam memberantas judi sabung ayam yang terus beroperasi terang-terangan di wilayah hukum mereka.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-23828\" src=\"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Screenshot_20251203-083637-300x144.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"144\" srcset=\"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Screenshot_20251203-083637-300x144.png 300w, https:\/\/www.indonesialinenews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Screenshot_20251203-083637.png 457w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Hingga hari ini, arena sabung ayam di Pasar 2 masih \u201chidup subur\u201d, bebas beroperasi seolah tanpa pernah tersentuh aparat penegak hukum. Warga menilai kondisi ini bukan hanya meresahkan, tapi telah mencoreng rasa keadilan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.<\/p>\n<p>\u201cKami sudah capek melihat sabung ayam ini dibiarkan begitu saja. Seolah-olah Polsek Kutalimbaru tidak berani menggerebek apalagi menutupnya. Karena itu, kami warga mendesak Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak turun langsung ke lapangan,\u201d tegas Lubis (46), warga sekitar.<\/p>\n<p>Keresahan serupa juga disampaikan Sembiring, yang mengaku bahwa aktivitas sabung ayam tersebut sudah mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga.<\/p>\n<p>\u201cBisingnya luar biasa. Teriakan para penonton saat ayam diadu itu sampai terdengar ke mana-mana. Mereka tidak peduli dengan warga sekitar,\u201d ucapnya kesal.<\/p>\n<p>Informasi yang dihimpun warga menyebutkan, arena judi sabung ayam itu rutin digelar setiap Sabtu dan Minggu, dengan jumlah taruhan yang tidak kecil. Saat \u201cevent\u201d berlangsung, lokasi tersebut dipenuhi orang, namun tidak pernah sekalipun terlihat aparat melakukan penertiban.<\/p>\n<p>\u201cKalau sudah ada event, pasti ramai. Justru di saat seperti itu polisi harus hadir. Kami hanya minta penegakan hukum yang benar,\u201d tambah warga lainnya dengan tegas.<\/p>\n<p>Sementara itu, upaya konfirmasi terhadap jajaran Polsek Kutalimbaru tak membuahkan hasil.<br \/>\nKapolsek Kutalimbaru AKP Idem Sitepu yang dihubungi melalui pesan WhatsApp di nomor +62 812-6045-xxxx pada Selasa (2\/12\/2025) tidak memberikan respons hingga berita ini diterbitkan.<\/p>\n<p>Hal yang sama terjadi saat wartawan mencoba menghubungi Waka Polsek Kutalimbaru IPTU Syafrizal, S.Sos melalui WhatsApp +62 812-6444-xxxx. Pesan telah centang biru, namun tidak ada balasan.<\/p>\n<p>Kanit Reskrim Polsek Kutalimbaru IPDA A. Sinulingga yang dikonfirmasi melalui WhatsApp +62 813-6176-xxxx juga tidak bersedia memberikan jawaban, meski pesannya telah terbaca.<\/p>\n<p>Sikap bungkam jajaran Polsek Kutalimbaru ini semakin mempertebal kecurigaan warga bahwa ada kelemahan serius dalam upaya pemberantasan praktik perjudian di wilayah tersebut. *(Tim)*<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews*Kutalimbaru,\u2013* Rasa kecewa dan kekesalan warga Pasar 2, Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, semakin memuncak. Masyarakat menilai Polsek Kutalimbaru gagal menunjukkan ketegasan dalam<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23827,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,34,116,130,52,60],"tags":[],"class_list":["post-23825","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-hukum","category-kepolisian","category-medan","category-sorotan","category-sumut"],"views":83,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23825","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=23825"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23825\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23830,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23825\/revisions\/23830"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/23827"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=23825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=23825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=23825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}