{"id":23764,"date":"2025-11-30T09:05:27","date_gmt":"2025-11-30T09:05:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=23764"},"modified":"2025-11-30T09:05:27","modified_gmt":"2025-11-30T09:05:27","slug":"bentang-batik-27-meter-bergambar-delapan-presiden-warnai-monas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=23764","title":{"rendered":"Bentang Batik 27 Meter Bergambar Delapan Presiden Warnai Monas"},"content":{"rendered":"<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Komunitas Cinta Kebaya Depok menggelar acara &#8216;Bentang Batik Spektakuler&#8217; di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (30\/11).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam kegiatan tersebut, ditampilkan bentangan kain batik sepanjang 27 meter dengan motif delapan Presiden Republik Indonesia, mulai dari Soekarno hingga Prabowo Subianto.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ketua Komunitas Cinta Kebaya Depok, Via Cynthia menjelaskan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Batik Sembung Kulon Progo sebagai upaya melestarikan budaya batik sekaligus memperkenalkan kekayaan motif Indonesia kepada masyarakat.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKain batik ini dikerjakan oleh sekitar 160 warga. Menghabiskan 10 kilogram malam dan satu kilogram pewarna, dan motifnya tersambung utuh dari ujung ke ujung,\u201d jelasnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dikatakan Via, kegiatan ini juga membawa pesan persatuan lintas generasi sebagai wujud menjaga kebersamaan dalam masyarakat.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cHarapannya adalah persatuan. Tidak hanya persatuan bangsa, tetapi juga antargenerasi,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain menampilkan batik, peserta juga mengenakan kebaya sebagai bentuk pelestarian budaya berkebaya. Komunitas ini turut mengelilingi Monas sambil membentangkan kain batik sepanjang 27 meter.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Tokoh pemerhati anak, Seto Mulyadi turut hadir sebagai undangan. Ia mengapresiasi inisiatif yang melibatkan peserta dari berbagai usia, termasuk lansia berusia 80 dan 84 tahun.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKegiatan ini menjadi momentum untuk kembali mencintai batik, warisan budaya yang sudah diakui dunia internasional. Biasakan memakai batik dan tetap jaga persatuan sebagai bangsa,\u201d pesan Kak Seto, sapaan akrabnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dengan tetap aktif bergerak dan rajin berolahraga.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cRajin bergerak, jangan mager. Ini bagian dari menjaga kesehatan dan semangat kebersamaan,\u201d tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Komunitas Cinta Kebaya Depok menggelar acara &#8216;Bentang Batik Spektakuler&#8217; di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (30\/11). Dalam kegiatan tersebut, ditampilkan bentangan kain batik sepanjang 27 meter<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23765,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,53,48,40],"tags":[],"class_list":["post-23764","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-pembangunan","category-pemerintahan","category-seni-budaya"],"views":34,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23764","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=23764"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23764\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23766,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23764\/revisions\/23766"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/23765"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=23764"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=23764"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=23764"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}