{"id":23174,"date":"2025-11-04T12:27:32","date_gmt":"2025-11-04T12:27:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=23174"},"modified":"2025-11-04T12:27:32","modified_gmt":"2025-11-04T12:27:32","slug":"pemprov-riau-dorong-kolaborasi-lintas-sektor-turunkan-angka-stunting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=23174","title":{"rendered":"Pemprov Riau Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Turunkan Angka Stunting"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Pekanbaru &#8211; Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting. Ia menyatakan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten\/kota, perlu memperkuat koordinasi guna memastikan program penanganan stunting berjalan efektif dan terarah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKeberhasilan tidak dapat dicapai oleh satu instansi. Ini merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor. Kehadiran para bapak dan ibu hebat dari berbagai OPD, TP PKK provinsi dan kabupaten\/kota hari ini menunjukkan semangat kita untuk berpadu, berdiri bersama mewujudkan penurunan stunting di Riau,\u201d ujar Sekda saat membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting bersama pemerintah kabupaten\/kota se-Riau di Hotel Furaya, Selasa (4\/11\/2025).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam kesempatan tersebut, Sekda menekankan bahwa seluruh perangkat daerah harus bergerak serentak dan terkoordinasi. Menurutnya,\u00a0rakor ini memiliki beberapa tujuan utama, yaitu untuk menyatukan persepsi antara pemerintah provinsi dan kabupaten\/kota dalam melaksanakan program penurunan stunting agar seluruh kegiatan benar-benar terarah, terukur, dan terintegrasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Tujuan kedua, untuk menetapkan langkah percepatan sesuai dengan target RPJMD, yaitu menurunkan prevalensi stunting di Riau dari 20,1 persen pada tahun 2024 menjadi 13 persen pada tahun 2029, atau turun sebesar 7,1 poin dalam lima tahun ke depan,&#8221; ujar Sekda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Tujuan berikutnya ia lanjutkan, yaitu untuk mendorong efektivitas kerja lintas sektor agar seluruh OPD, TP PKK, dan BKKBN dan sektor lainnya dapat berkolaborasi dengan fokus utamanya. Yaitu berfokus pada 1.000 hari pertama kehidupan anak sebagai periode emas pencegahan stunting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sekda ingatkan, semua pemimpin daerah masing-masing harus merasa punya tanggung jawab dan moral yang sama. Yakni memperjuangkan masa depan terbaik untuk anak Riau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cDi balik angka prevalensi stunting ada masa depan anak-anak Riau yang kita perjuangkan bersama. Tidak boleh ada lagi anak Riau yang tumbuh terhambat karena kekurangan gizi,\u201d tutupnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Pekanbaru &#8211; Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting. Ia menyatakan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah provinsi<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23175,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,73,57,53,48],"tags":[],"class_list":["post-23174","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-komunikasi","category-pekanbaru","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":69,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23174","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=23174"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23174\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23177,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23174\/revisions\/23177"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/23175"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=23174"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=23174"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=23174"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}