{"id":22844,"date":"2025-10-22T07:58:41","date_gmt":"2025-10-22T07:58:41","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=22844"},"modified":"2025-10-22T07:58:41","modified_gmt":"2025-10-22T07:58:41","slug":"rano-paparkan-potensi-industri-sinema-di-policy-discussion-jef-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=22844","title":{"rendered":"Rano Paparkan Potensi Industri Sinema di Policy Discussion JEF 2025"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memaparkan konsep pengembangan Jakarta Sinema sebagai arah kebijakan strategis ekonomi kreatif dalam memperkuat daya saing kota global.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Paparan ini disampaikan Rano saat Policy Discussion \u2013 Jakarta Economic Forum (JEF) 2025 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jakarta di Kempinski Grand Ballroom, Hotel Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Tadi sebetulnya saya minta izin, di luar konteks. Saya presentasi tentang cinema supaya\u00a0<i>audience\u00a0<\/i>tau bahwa ekonomi kreatif\u00a0yang namanya cinema itu potensinya luar biasa,&#8221; ujar Rano, Rabu (12\/10).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dilanjutkan Rano, secara ekonomi potensi perfilman di Indonesi ini sangat besar. Dijelaskannya, data 2024 lalu, jumlah penonton film di bioskop mencapai 122 juta orang dan 65 persen di antaranya atau sekitar 80 juta orang menonton film Indonesia.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dijelaskannya, berkaca dari kesuksesan film Jumbo yang ditonton hingga 11 juta orang di Indonesia dan akan ditayangkan di 40 negara lain, merupakan sebuah capaian. Dicontohkannya, bila dalam pemutaran mendapat bagian Rp 21 ribu untuk setiap tiket, jumlah yang didapat secara ekonomi menurutnya sangat besar.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Karena itu, Rano mengaku sangat konsern terhadap pengembangan film dan telah mengirim tim untuk mempelajari pengembangan film comision di Busan, Korea Selatan. Sebagai kelanjutan, Rano jiga berencana mendorong pembentukan Jakarta film comision.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Belajar dari pengalaman Busan, Rano menjelaskan bagaimana industri film di sana telah tumbuh demikian pesat. Diakuinya, memang membutuhkan dana tidak sedikit, seperti Kota Busan setiap tahunnya mengalokasikan hingga Rp 9 triliun untuk industri kreatif.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Namun, investasi itu juga menurutnya akan membuahkan hasil yang sepadan lantaran bisa mendapat keuntungan hingga enam kali lipat dari modal awal. Pola pembiayaannya pun menurut Rano tidak hanya melulu dari pemerintah, bisa saja nanti dilakukan kerjasama dengan pihak swasta untuk mendukung pendanaan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Festival di luar itu banyak juga yang kerja sama dengan swasta. Produknya bisa mobil, bisa kamera, bisa film, bisa foto dan telepon seluler,&#8221; imbuhnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain industri perfilman, Rano juga menjelaskan arah pengembangan ekonomi kreatif ke depan untuk memperkuat sektor pariwisata dan MICE.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sepanjang tahun ini juga telah diagendakan tujuh event bertaraf internasional seperti Festival Bandeng Rawa Belong, Pasar Kreatif Ramadhan, Festival Beduk Indonesian Fashion Week, Jakarta Film Week, Jakarta Provoke dan Indonesia World Dance Festival.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala BI Perwakilan Jakarta, Iwan Setiawan menjelaskan, Policy Discussion \u2013 Jakarta Economic Forum (JEF) 2025 merupakan agenda rutin tahunan yang telah dilaksanakan selama tiga tahun belakangan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kegiatan Policy Discussion pada tahun ini mengangkat tema\u00a0<i>\u201cUnlocking Tourism and Creative Economy Potential for Jakarta as a Global City<\/i>,\u201d ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kegiatan ini juga sebagai tindak lanjut JEF Dialogue 2025 untuk memperkuat potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Jakarta menuju kota global yang berdaya saing. Diharapkannya, diskusi ini akan memperkuat sesi dialog sebelumnya untuk dirumuskan dalam kebijakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kami juga mengadakan lomba karya tulis yang diikuti lebih dari 400 karya dan pemenangnya 6 juara favorit serta 3 juara utama diumumkan tadi. Sedangkan puncak JEF rencana digelar 26 Oktober nanti di Plaza Tenggara GBK,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memaparkan konsep pengembangan Jakarta Sinema sebagai arah kebijakan strategis ekonomi kreatif dalam memperkuat daya saing kota global. Paparan ini<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22845,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,29,45,53,48],"tags":[],"class_list":["post-22844","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-ekonomi","category-jakarta","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":121,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22844","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22844"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22844\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22846,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22844\/revisions\/22846"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22845"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22844"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22844"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22844"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}