{"id":22778,"date":"2025-10-20T13:47:32","date_gmt":"2025-10-20T13:47:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=22778"},"modified":"2025-10-20T13:47:32","modified_gmt":"2025-10-20T13:47:32","slug":"gubri-abdul-wahid-sayur-dan-telur-ayam-riau-berpeluang-tembus-ekspor-singapura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=22778","title":{"rendered":"Gubri Abdul Wahid: Sayur dan Telur Ayam Riau Berpeluang Tembus Ekspor Singapura"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><strong>IndonesiaLineNews<\/strong>-Pekanbaru- Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid mengungkapkan kabar menggembirakan terkait peluang ekspor produk pangan dari Provinsi Riau ke Singapura. Pemerintah Singapura, melalui Kementerian Security Food, dikabarkan tertarik untuk membeli sejumlah komoditas pertanian dan peternakan dari Riau, seperti sayur, ayam, serta telur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dikatakan, peluang tersebut merupakan bukti bahwa sektor pangan di Riau memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di pasar internasional. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan kerja sama antara PT Riau Pangan Bertuah dengan BUMDes Kabupaten Kampar, di Gedung Daerah Pauh Janggi Pekanbaru, Senin (20\/10\/2025).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cSaya sudah berbincang dengan Menteri Security Food Singapura. Mereka tertarik untuk membeli sayur dan telur dari Riau. Ini membuka peluang besar bagi kita,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Gubernur Abdul Wahid menjelaskan apabila BUMDes di berbagai daerah di Riau dapat mengembangkan usaha ayam petelur, ayam potong, maupun sayur-sayuran, maka hasil produksinya tidak hanya akan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat setempat tetapi juga berpotensi menjadi komoditas ekspor. Dengan begitu, perputaran ekonomi warga akan menjadi bertambah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKalau nanti BUMDes juga bisa mengembangkan usaha ayam petelur, ayam potong, atau sayur-sayuran lainnya, maka hasilnya bukan hanya untuk konsumsi masyarakat Riau, tapi juga bisa diekspor ke Singapura,\u201d jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Meski begitu, Gubri Abdul Wahid menegaskan bahwa produk yang akan diekspor harus memenuhi standar kualitas internasional. Pemerintah Singapura tentu menerapkan aturan ketat terhadap bahan pangan yang masuk, baik dari sisi kebersihan, keamanan pangan, hingga sistem distribusi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Tentu, standar produk yang dibutuhkan untuk ekspor lebih ketat. Karena itu, saya akan kembali bertemu dengan Menteri Security Food Singapura di akhir bulan ini untuk membahas kemungkinan kerja sama lebih lanjut, termasuk memasok beberapa komoditas pangan ke supermarket-supermarket di sana,&#8221; terangnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Langkah ini diharapkan membuka lapangan kerja baru dan menumbuhkan ekonomi warga. Melalui upaya tersebut, BUMDes di berbagai kabupaten akan didorong untuk memproduksi bahan pangan berkualitas tinggi dengan sistem kemitraan bersama BUMD Riau Pangan Bertuah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kalau ini bisa kita jalankan dengan baik, maka Riau Pangan Bertuah akan menjadi produktif dan menguntungkan. Insyaallah, hasilnya akan membawa banyak manfaat bagi masyarakat Riau. Semoga kerja sama ini menjadi langkah awal yang baik, bukan hanya untuk cabai, tapi juga untuk berbagai komoditas pangan lainnya,&#8221; ungkapnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Pekanbaru- Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid mengungkapkan kabar menggembirakan terkait peluang ekspor produk pangan dari Provinsi Riau ke Singapura. Pemerintah Singapura, melalui Kementerian Security Food,<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22790,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,73,57,53,48],"tags":[],"class_list":["post-22778","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-komunikasi","category-pekanbaru","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":69,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22778","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22778"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22778\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22791,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22778\/revisions\/22791"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22790"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22778"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22778"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22778"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}