{"id":22737,"date":"2025-10-18T12:21:44","date_gmt":"2025-10-18T12:21:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=22737"},"modified":"2025-10-18T12:21:44","modified_gmt":"2025-10-18T12:21:44","slug":"pemerataan-akses-keuangan-jadi-kunci-kedaulatan-ekonomi-riau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=22737","title":{"rendered":"Pemerataan Akses Keuangan Jadi Kunci Kedaulatan Ekonomi Riau"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><span data-keep-original-tag=\"false\" data-original-attrs=\"{&quot;style&quot;:&quot;&quot;,&quot;face&quot;:&quot;Poppins, sans-serif&quot;}\"><span style=\"font-size: 1rem;\"><strong>IndonesiaLineNews<\/strong><\/span>&#8211; <\/span>-Pekanbaru\u2013 Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, menekankan pentingnya pemerataan akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pesisir dan kepulauan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menyoroti masih adanya kesenjangan antara masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta antara daerah daratan dan perbatasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKita harus pastikan keterjangkauan akses keuangan bukan hanya dengan membuka cabang bank saja. Banyak masyarakat di wilayah perbatasan yang bahkan masih bertransaksi menggunakan mata uang non-rupiah,\u201d ujar Syahrial saat membuka Financial Expo (FinEXPO) 2025 di Mal Ciputra Seraya Pekanbaru, Sabtu (18\/10).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Syahrial menjelaskan, di Provinsi Riau, perlu upaya berkelanjutan untuk memperkuat sistem keuangan agar seluruh perputaran uang dapat masuk ke sistem nasional. Menurutnya, hal ini sangat penting untuk menjaga kedaulatan ekonomi sekaligus memperkuat posisi rupiah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cPemerintah pusat menargetkan tingkat inklusi keuangan mencapai 91 persen pada akhir tahun ini. Target itu adalah tugas kolektif, dan kita di daerah harus memastikan masyarakat Riau, baik di pesisir maupun pedalaman, bisa mengakses layanan keuangan secara adil dan merata,\u201d tegasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa inklusi keuangan tidak hanya sebatas kegiatan menabung, melainkan juga berkaitan dengan keadilan sosial dan kedaulatan bangsa. Sistem keuangan yang inklusif harus menjangkau semua kalangan, termasuk nelayan, petani, pelajar, hingga pelaku usaha mikro.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKita ingin layanan keuangan tidak hanya berputar di kalangan atas saja. Harus menyentuh akar rumput, ke nelayan, petani, dan usaha mikro,\u201d tambah Syahrial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain itu, ia mendorong peningkatan literasi keuangan berbasis digital dan syariah, serta memperkuat sistem pembayaran di sektor koperasi dan UMKM. Transformasi digital, katanya, merupakan kunci utama untuk memperluas akses masyarakat desa dan perempuan terhadap layanan keuangan modern.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Syahrial juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergotong royong membangun masyarakat Riau yang cerdas finansial dan berdaya saing tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cHarapan kita semua, layanan keuangan dapat menjadi identitas dalam setiap transaksi, sekaligus mencerminkan kedaulatan negara kita di Republik ini,\u201d tutupnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews&#8211; -Pekanbaru\u2013 Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, menekankan pentingnya pemerataan akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pesisir<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22738,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,57,53,48],"tags":[],"class_list":["post-22737","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-pekanbaru","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":112,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22737","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22737"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22737\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22739,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22737\/revisions\/22739"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22738"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22737"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22737"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22737"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}