{"id":22356,"date":"2025-09-25T13:11:52","date_gmt":"2025-09-25T13:11:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=22356"},"modified":"2025-09-25T13:11:52","modified_gmt":"2025-09-25T13:11:52","slug":"dki-siapkan-regulasi-early-warning-system-kualitas-udara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=22356","title":{"rendered":"DKI Siapkan Regulasi Early Warning System Kualitas Udara"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><strong>IndonesiaLineNews<\/strong>-Jakarta-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terus berupaya mengatasi persoalan kualitas udara. Selain berupaya memperbanyak kawasan hijau dan mengimplementasikan sejumlah program pendukung, regulasi mengenai <i>Early Warning System<\/i>\u00a0(EWS) juga terus dimatangkan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, EWS ini nantinya akan menyajikan informasi kepada masyarakat tentang kualitas udara hingga tiga hari ke depan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Dengan adanya EWS, masyarakat bisa lebih awas dan melakukan antisipasi saat beraktivitas,&#8221; tutur Asep, Kamis (25\/9).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dituturkan Asep, saat ini Jakarta menjadi salah satu dari lima kota di Indonesia yang menyandang predikat kualitas udara tidak sehat.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Berdasarkan kajian yang dilakukan pihaknya, ungkap Asep, faktor terbesar pemicu kualitas udara buruk di Jakarta yaitu sektor transportasi dan industri.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Karena itu, Pemprov DKI sangat konsen mendorong penggunaan angkutan umum dan melakukan uji emisi kendaraan\u00a0untuk mengurangi polusi udara.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Semantara, Wakil Gubernur Rano Karno berharap, pelaksanaan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB\/<i>Car Free Day<\/i>) dilakukan di lima kota administrasi Jakarta untuk membantu memperbaiki kualitas udara di Jakarta<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Saya berharap,\u00a0<i>Car Free Day<\/i>\u00a0itu harus diperbanyak.\u00a0Bukan hanya di Thamrin, tetapi setiap wilayah adakan. Supaya menurunkan emisi,&#8221; kata Rano.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Rano juga mengaku terus berupaya membangun taman-taman kota. Diaku Rano, meski aturan mengamanatkan ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta sebesar 30 persen dari luasan total, faktanya saat ini RTH di Jakarta baru sekitar lima \u00a0persen.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurutnya, berbagai upaya yang dilakukan itu tetap membutuhkan proses. Sehingga realisasinya tidak bisa seperti membalik telapak tangan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Itu salah satu usaha. Cuma tentu memerlukan pengorbanan untuk segera membangun,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terus berupaya mengatasi persoalan kualitas udara. Selain berupaya memperbanyak kawasan hijau dan mengimplementasikan sejumlah program pendukung, regulasi mengenai Early Warning System\u00a0(EWS)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22358,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,119,53,48],"tags":[],"class_list":["post-22356","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-lingkungan","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":123,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22356","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22356"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22356\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22359,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22356\/revisions\/22359"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22358"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22356"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22356"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22356"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}