{"id":22168,"date":"2025-09-13T09:56:47","date_gmt":"2025-09-13T09:56:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=22168"},"modified":"2025-09-13T09:56:47","modified_gmt":"2025-09-13T09:56:47","slug":"ini-sejarah-dan-makna-logo-penamaan-tuanku-tambusai-sebagai-nama-kodam-xix","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=22168","title":{"rendered":"Ini Sejarah dan Makna Logo Penamaan Tuanku Tambusai sebagai Nama Kodam XIX"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>Teropongtimeindonesia-Pekanbaru<\/b>&#8211; Nama Tuanku Tambusai resmi digunakan sebagai identitas Komando Daerah Militer (Kodam) XIX yang membawahi wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Penamaan ini berasal dari usulan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) yang disampaikan kepada Korem 031\/Wira Bima dalam sebuah rapat pada Ahad, 15 Desember 2024.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (Ketum DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, mengatakan bahwa usulan tersebut merupakan bagian dari permintaan resmi Korem 031\/Wira Bima kepada LAMR.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cWaktu itu kami mengusulkan beberapa nama, termasuk Sultan Mahmud, Hang Tuah, Siak Sri Inderapura, dan Tuanku Tambusai. Namun akhirnya diputuskan menggunakan nama Tuanku Tambusai,\u201d kata Datuk Seri Taufik, Sabtu (13\/9\/2025).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut Datuk Seri Taufik, nama Tuanku Tambusai dipilih karena memiliki nilai historis dan kultural yang kuat. Tuanku Tambusai adalah tokoh Perang Paderi, ulama, dan pemimpin perlawanan terhadap kolonial Belanda yang lahir di Dalu-Dalu, Rokan Hulu, Riau, pada 5 November 1784. Ia dikenal karena kegigihannya memimpin perlawanan di wilayah Riau, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, serta dijuluki \u201cHarimau Paderi dari Rokan\u201d oleh Belanda. Ia wafat di Negeri Sembilan, Malaysia, pada 12 November 1882 dan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 1995.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain nama, LAMR juga berperan dalam merancang logo Kodam XIX\/Tuanku Tambusai. Desain logo dibuat oleh seniman dan budayawan Junaidi Syam atas arahan LAMR. Logo tersebut menampilkan unsur benteng tujuh lapis, keris, senjata tradisional rakyat seligi, perairan, serta simbol budaya Melayu seperti Lancang Kuning.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cMakna dari logo itu mencerminkan karakter prajurit yang pantang menyerah, tegak lurus dalam loyalitas, dan siap maju bersama menghancurkan setiap penghalang,\u201d ujar Taufik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menyebutkan bahwa sekitar 75 persen dari elemen yang diajukan oleh LAMR diadopsi menjadi logo resmi Kodam XIX\/Tuanku Tambusai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Penamaan dan desain logo tersebut, kata Datuk Seri Taufik, diharapkan tidak hanya menjadi simbol pertahanan, tetapi juga memperkuat identitas budaya serta semangat perjuangan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teropongtimeindonesia-Pekanbaru&#8211; Nama Tuanku Tambusai resmi digunakan sebagai identitas Komando Daerah Militer (Kodam) XIX yang membawahi wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Penamaan ini berasal dari usulan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22169,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,57,53,48],"tags":[],"class_list":["post-22168","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-pekanbaru","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":130,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22168","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22168"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22168\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22171,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22168\/revisions\/22171"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22169"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22168"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22168"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22168"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}