{"id":21794,"date":"2025-08-14T07:06:39","date_gmt":"2025-08-14T07:06:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=21794"},"modified":"2025-08-14T07:06:39","modified_gmt":"2025-08-14T07:06:39","slug":"masyarakat-diminta-waspada-potensi-tanah-longsor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=21794","title":{"rendered":"Masyarakat Diminta Waspada Potensi Tanah Longsor"},"content":{"rendered":"<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi tanah longsor di beberapa wilayah, terutama di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Peringatan ini disampaikan berdasarkan hasil analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang memadukan peta kerentanan gerakan tanah dengan prakiraan curah hujan bulanan dari BMKG.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, sejumlah wilayah di DKI Jakarta berada pada\u00a0kategori zona menengah-tinggi kerentanan gerakan tanah. Di wilayah Jakarta Selatan meliputi Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan. Sedangkan di Jakarta Timur mencakup Kecamatan Cipayung, Kramat Jati, dan Pasar Rebo.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cPada zona menengah, gerakan tanah bisa terjadi jika curah hujan berada di atas normal, terutama di daerah berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau lereng yang terganggu,\u201d ujar Isnawa, Kamis (14\/8).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menambahkan, pada zona tinggi, potensi tersebut semakin besar karena gerakan tanah lama dapat kembali aktif. BPBD mengimbau lurah, camat, dan masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras melanda.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKami minta semua pihak mengantisipasi dengan melakukan pemantauan, menghindari aktivitas berisiko di lereng curam, terutama yang berdekatan dengan aliran sungai maupun terdapat tebing atau gawir, dan segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah,\u201d jelasnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Isnawa menambahkan, antisipasi lainnya yang dapat dilakukan yakni dengan membuat bronjong dan turap mandiri, apabila tanah dalam keadaan miring atau berpotensi bergerak atau bergeser.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cBPBD DKI Jakarta juga mengajak masyarakat untuk melakukan penanaman pohon di lokasi rawan dan sudah minim vegetasi untuk mencegah potensi bahaya tanah longsor serta meninimalisasi dampak yang lebih serius jika terjadi hujan lebat,\u201d tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi tanah longsor di beberapa wilayah, terutama di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Peringatan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21795,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,73,119,48],"tags":[],"class_list":["post-21794","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-komunikasi","category-lingkungan","category-pemerintahan"],"views":33,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21794","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21794"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21794\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21796,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21794\/revisions\/21796"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21795"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21794"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21794"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21794"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}