{"id":21687,"date":"2025-08-08T10:42:00","date_gmt":"2025-08-08T10:42:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=21687"},"modified":"2025-08-08T10:45:27","modified_gmt":"2025-08-08T10:45:27","slug":"taman-bendera-pusaka-bakal-jadi-ikon-baru-jaksel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=21687","title":{"rendered":"Taman Bendera Pusaka Bakal Jadi Ikon Baru Jaksel"},"content":{"rendered":"<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Taman Bendera Pusaka di kawasan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan diharapkan menjadi ikon ruang terbuka hijau (RTH) baru di Jakarta Selatan. Keberadaannya tidak hanya memanjakan mata namun juga mendukung keberlanjutan kota dan kehidupan sosial masyarakat urban.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Taman Bendera Pusaka akan menggabungkan tiga taman eksisting, yaitu Taman Langsat, Taman Ayodia, dan Taman Leuser, menjadi satu kawasan ruang terbuka hijau seluas 5,5 hektare, yang tidak hanya berfungsi ekologis tapi juga sosial, estetika, dan ekonomi.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dibangun di atas lahan milik Pemprov DKI Jakarta dan akan\u00a0 dikelola oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta. Dari sisi peruntukan tata ruang, taman ini berada dalam subzona RTH 4 (Taman Kelurahan) dan RTH 5 (Taman RW), serta telah masuk dalam kawasan pelestarian Cagar Budaya Kebayoran Baru.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Tak hanya itu, kawasan ini juga memiliki lokasi yang strategis karena berdekatan dengan kawasan TOD Blok M, pusat aktivitas publik yang terus tumbuh sebagai ikon urban Jakarta.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Tiga taman yang akan digabung ini memiliki luas total sekitar 55.281 meter persegi, terdiri dari Taman Langsat (38.125 meter persegi), Taman Ayodia (7.606 meter persegi), dan Taman Leuser (9.550 meter persegi). Kawasan ini juga dikenal sebagai paru-paru kota Jakarta bagian selatan dan sudah lama menjadi ruang publik untuk warga sekitar. Dalam pengembangannya, jembatan penghubung akan dibangun untuk mengintegrasikan seluruh area, sehingga pengunjung tidak perlu melintasi jalanan umum untuk berpindah taman.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP) DKI Jakarta, Vera Refina Sari menuturkan, proyek ini bukan sekadar renovasi taman, melainkan juga merupakan bentuk \u201crebirth\u201d atau kelahiran kembali kawasan Barito menjadi ruang publik yang lebih hidup, inklusif, dan multifungsi.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dikatakan Vera, Taman Bendera Pusaka tidak hanya akan menghadirkan keindahan lanskap, tetapi juga mengelola tata air kawasan untuk membantu pengendalian banjir, memperkuat fungsi ekologis, sekaligus memperhatikan nilai sejarah dan budaya lokal.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cDiharapkan, taman ini bisa meningkatkan interaksi sosial warga, mendukung aktivitas olahraga, seni, dan kegiatan komunitas, menjadikannya sebagai representasi Jakarta sebagai kota global yang hijau dan berbudaya,\u201d ujar Vera, Jumat (8\/8).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dijelaskan Vera, dari sisi aksesibilitas, taman ini sangat mudah dijangkau, terutama karena dekat dengan jaringan transportasi umum seperti MRT, BRT, dan Mikrotrans.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cHal ini akan mendorong lebih banyak warga memanfaatkan ruang terbuka ini sebagai tempat berkegiatan harian,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Vera menambahkan, pembangunan Taman Bendera Pusaka ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025, dengan pendanaan berasal dari pelampauan Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Setelah taman ini selesai, Pemprov DKI Jakarta berencana melanjutkan transformasi serupa di taman-taman lainnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cDengan konsep baru yang holistik dan terintegrasi, Taman Bendera Pusaka diharapkan menjadi ikon ruang terbuka hijau baru di Jakarta Selatan yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga mendukung keberlanjutan kota dan kehidupan sosial masyarakat urban,\u201d tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Taman Bendera Pusaka di kawasan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan diharapkan menjadi ikon ruang terbuka hijau (RTH) baru di Jakarta Selatan. Keberadaannya tidak hanya memanjakan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21691,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,119,53,48],"tags":[],"class_list":["post-21687","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-lingkungan","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":127,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21687","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21687"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21687\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21690,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21687\/revisions\/21690"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21691"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21687"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21687"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21687"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}