{"id":21556,"date":"2025-07-31T09:49:11","date_gmt":"2025-07-31T09:49:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=21556"},"modified":"2025-07-31T09:49:11","modified_gmt":"2025-07-31T09:49:11","slug":"jajaran-dinas-parekraf-diedukasi-antikorupsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=21556","title":{"rendered":"Jajaran Dinas Parekraf Diedukasi Antikorupsi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Sebanyak 300 peserta yang terdiri dari apratur sipil negara (ASN) Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta serta pelaku usaha ekonomi kreatif, Kamis (31\/7), diedukasi tentang antikorupsi, gratifikasi, suap dan tindak pemerasan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kegiatan yang diusung Inspektorat DKI Jakarta ini mengangkat tema,&#8221;Enjoy Jakarta Tanpa Korupsi : Wisata Happy Bebas Gratifikasi&#8221;.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut \u00a0Inspektur Provinsi DKI Jakarta, Dhany Sukma, sosialisasi dan kampanye anti korupsi ini dilaksanakan dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045 serta Jakarta sebagai Kota Global dan Berbudaya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Diperlukan sistem pemerintahan yang bersih dari dari praktik korupsi, penerapan prinsip transparansi dalam proses perencanaan, pelaksanaan sampai dengan pengukuran dampak pembangunan yang dilakukan secara berkelanjutan,&#8221; ujar Dhany Sukma.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk melaksanakan kampanye pendidikan antikorupsi.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Ini upaya bersama menggaungkan semangat antikorupsi ke seluruh lapisan masyarakat, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,&#8221; ucapnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menuturkan, potensi tindakan koruptif di Dinas Parekraf DKI \u00a0dapat dicegah melalui penguatan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya antikorupsi, deteksi risiko\u00a0<i>fraud\u00a0<\/i>(kecurangan) dalam mekanisme pengadaan barang dan jasa khusus untuk kegiatan kepariwisataan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sosialisasi dan kampanye antikorupsi, lanjut Dhany, melalui pendekatan budaya, pendidikan dan pariwisata merupakan langkah strategis yang sangat penting dalam membangun dan membangkitkan kembali budaya antikorupsi di tengah masyarakat.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Praktik koruptif bisa berupa gratifikasi kepada pejabat atau institusi seni, pungutan liar yang dibungkus sebagai kontribusi hingga penyalahgunaan dana kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif,&#8221; jelasnya<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara Kepala Disparekraf DKI Jakarta, Andhika Permata, mengajak seluruh jajarannya untuk bersama memperkuat komitmen anti korupsi dan mengimplementasikan budaya kerja bersih dan berintegritas.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Semoga kegiatan sosialisasi dan kampanye yang digelar hari ini tidak hanya seremonial semata, tapi penguatan budaya dan komitmen antikorupsi yang nyata di lingkungan Dinas Parekraf DKI Jakarta,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Sebanyak 300 peserta yang terdiri dari apratur sipil negara (ASN) Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta serta pelaku usaha ekonomi kreatif, Kamis (31\/7),<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,146,53,48,38],"tags":[],"class_list":["post-21556","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-korupsi","category-pembangunan","category-pemerintahan","category-pendidikan"],"views":115,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21556","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21556"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21556\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21558,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21556\/revisions\/21558"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21556"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21556"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21556"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}