{"id":21423,"date":"2025-07-22T08:57:24","date_gmt":"2025-07-22T08:57:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=21423"},"modified":"2025-07-22T08:57:24","modified_gmt":"2025-07-22T08:57:24","slug":"pramono-sampaikan-penanganan-transportasi-dan-ruang-bagi-disabilitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=21423","title":{"rendered":"Pramono Sampaikan Penanganan Transportasi dan Ruang Bagi Disabilitas"},"content":{"rendered":"<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke New York, Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Ia mengaku mendapatkan undangan dari PBB karena Jakarta dinilai telah menyediakan ruang yang layak bagi disabilitas.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kita dianggap sebagai negara yang memberikan ruang yang cukup baik bagi disabilitas,&#8221; ujar Pramono pada acara Wartalks di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (22\/7).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pramono pun mengaku terkejut dengan adanya pertanyaan mengenai penanganan transportasi dan masalah disabilitas di Jakarta dalam forum tersebut. Ketertarikan ini muncul setelah mereka melihat unggahan Pramono di media sosial mengenai interaksinya dengan penyandang disabilitas.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurutnya, dalam unggahannya\u00a0tersebut menunjukkan adanya optimisme publik bahwa fasilitas bagi disabilitas di Jakarta saat ini sudah cukup memadai. Pramono menekankan, pemerintah harus bisa memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakatnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pertanyaan mengenai persoalan disabilitas, transportasi, serta pemenuhan hak perempuan ini juga disampaikan oleh sejumlah wali kota seperti New York dan Buenos Aires dalam pertemuan bilateral.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;<i>Alhamdulillah<\/i>\u00a0rasanya di Jakarta hal itu sudah dilakukan,&#8221; kata dia.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut Pramono, permasalahan di New York tidak lebih ringan daripada di Jakarta. Dengan luas wilayah yang tidak jauh berbeda, jumlah penduduk Jakarta lebih banyak.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Meskipun begitu, Jakarta saat ini berhasil keluar dari daftar 20 kota termacet di dunia berdasarkan survei TomTom. Bahkan Jakarta saat ini berada di peringkat 90. Pencapaian ini membuat Wali Kota New York justru bertanya kepada Pramono mengenai rahasia perubahan Jakarta.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Persoalan kota metropolitan baik Jakarta maupun New York kurang lebih sebenarnya sama. Tetapi bagaimana kita memilih kebijakan itu agar bisa memberikan dampak manfaat bagi publik itu yang menjadi hal yang utama,&#8221; jelas Pramono.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia mengatakan, penanganan masalah kemacetan ini tak terlepas dari upaya perbaikan dan integrasi transportasi seperti MRT, LRT, Transjakarta, dan juga KRL.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Mudah-mudahan ini menjadi penopang utama untuk mengatasi persoalan kemacetan di Jakarta. Jadi sekali lagi, komitmen Pemerintah Jakarta tetap akan diteruskan, dilanjutkan,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke New York, Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Ia mengaku mendapatkan undangan dari PBB karena Jakarta<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21424,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,53,48,124],"tags":[],"class_list":["post-21423","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-pembangunan","category-pemerintahan","category-perhubungan"],"views":47,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21423","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21423"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21423\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21425,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21423\/revisions\/21425"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21424"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21423"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21423"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21423"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}