{"id":21210,"date":"2025-07-08T10:06:44","date_gmt":"2025-07-08T10:06:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=21210"},"modified":"2025-07-08T10:06:44","modified_gmt":"2025-07-08T10:06:44","slug":"penanganan-banjir-jakarta-harus-libatkan-wilayah-penyangga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=21210","title":{"rendered":"Penanganan Banjir Jakarta Harus Libatkan Wilayah Penyangga"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyampaikan, penanganan banjir di Jakarta tidak bisa dilakukan hanya secara sepihak oleh Pemprov DKI Jakarta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurutnya, kolaborasi dengan daerah penyangga sangat penting, mengingat banjir terjadi hampir serentak di sejumlah wilayah sekitar Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cIni serentak nih. Bahkan wilayah pinggir kita seperti Tangsel, Bekasi juga kena. Artinya, Jakarta nggak bisa sendiri. Jakarta harus bersama-sama dengan wilayah penyangga,\u201d kata Rano saat meninjau lokasi banjir di Jakarta Selatan, Selasa (8\/7).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menjelaskan, pemerintah pusat saat ini tengah menyusun skema penataan kawasan perkotaan Jabodetabek-Punjur (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur) melalui pembentukan Dewan Kawasan Aglomerasi (DKA).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Di sisi lain, Pemprov DKI juga telah melakukan sejumlah langkah kolaboratif, seperti memperluas layanan transportasi Transjabodetabek untuk mendorong pengembangan wilayah sekitar, sekaligus menekan kemacetan dan polusi udara di Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cMisalnya Transjabodetabek itu juga bagian dari pengembangan wilayah sekitar Jakarta,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Terkait penanganan banjir di dalam kota, Rano menyampaikan, pihaknya telah menetapkan penlok (penetapan lokasi) sepanjang 14 kilometer untuk program normalisasi sungai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cPenloknya sudah diteken Gubernur,\u201d singkatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Lebih lanjut, Rano menjelaskan, banjir di Jakarta disebabkan tiga faktor utama, yakni air rob dari laut, hujan lokal serta kiriman air dari wilayah hulu seperti Bogor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cNah, kalau sudah begini, Jakarta ini seperti tempurung. Akibatnya ya pasti banjir,\u201d tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyampaikan, penanganan banjir di Jakarta tidak bisa dilakukan hanya secara sepihak oleh Pemprov DKI Jakarta.\u00a0 Menurutnya, kolaborasi dengan daerah<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21211,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,73,119,53,48],"tags":[],"class_list":["post-21210","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-komunikasi","category-lingkungan","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":43,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21210","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21210"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21210\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21212,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21210\/revisions\/21212"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21211"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21210"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21210"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21210"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}