{"id":21080,"date":"2025-06-30T09:34:57","date_gmt":"2025-06-30T09:34:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=21080"},"modified":"2025-06-30T09:34:57","modified_gmt":"2025-06-30T09:34:57","slug":"perda-tentang-ondel-ondel-untuk-lindungi-simbol-budaya-betawi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=21080","title":{"rendered":"Perda tentang Ondel-Ondel untuk Lindungi Simbol Budaya Betawi"},"content":{"rendered":"<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Farah Savira mengungkapkan, rencana pembentukan peraturan daerah (Perda) tentang Ondel-Ondel bertujuan memperkuat Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut Farah, Perda Pelestarian Kebudayaan Betawi kini telah berusia 10 tahun. Untuk itu, ia berharap, pembentukan aturan yang melarang penggunaan ondel-ondel untuk mengamen dapat menyelaraskan Perda tersebut dengan perkembangan zaman.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Ini momen yang pas karena tahun ini usianya 10 tahun. Kita bisa melihat tantangan zaman tentang bagaimana melindungi ondel-ondel sebagai simbol kehormatan dari budaya Betawi,&#8221; ujar Farah, Senin (30\/6).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Farah menilai, pelarangan ondel-ondel untuk mengamen merupakan upaya melindungi simbol kebudayaan Betawi agar tidak disalahgunakan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Lebih lanjut, Perda ini juga diharapkan dapat mengatur agar ondel-ondel diberi panggung khusus untuk tampil mempromosikan kebudayaan Betawi, sehingga tidak lagi digunakan mengamen di jalan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Sebagai penegasan dalam Perda, jika ditemukan adanya penggunaan simbol atau seni kebudayaan Betawi untuk tujuan yang bukan dasarnya, yaitu mempromosikan budaya Betawi, maka akan dikenakan sanksi,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sekadar diketahui, Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin mendukung sikap Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang melarang penggunaan ondel-ondel sebagai alat untuk mengamen di jalanan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Penggunaan ondel-ondel dalam kegiatan mengamen dinilai tidak hanya melanggar Perda, tetapi juga merendahkan nilai budaya Betawi. Perda tentang ondel-ondel ditargetkan disahkan pada momentum perayaan lima abad Jakarta.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Farah Savira mengungkapkan, rencana pembentukan peraturan daerah (Perda) tentang Ondel-Ondel bertujuan memperkuat Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21081,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,139,45,110,48,40],"tags":[],"class_list":["post-21080","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-hiburan","category-jakarta","category-parawisata","category-pemerintahan","category-seni-budaya"],"views":70,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21080","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21080"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21080\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21082,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21080\/revisions\/21082"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21081"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21080"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21080"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21080"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}