{"id":20686,"date":"2025-06-02T11:56:33","date_gmt":"2025-06-02T11:56:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=20686"},"modified":"2025-06-02T11:58:17","modified_gmt":"2025-06-02T11:58:17","slug":"pemprov-dki-komitmen-lestarikan-dan-majukan-budaya-betawi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=20686","title":{"rendered":"Pemprov DKI Komitmen Lestarikan dan Majukan Budaya Betawi"},"content":{"rendered":"<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menyelesaikan Peraturan Daerah (Perda) tentang Masyarakat Adat Betawi.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, penyelesaian Perda tentang Masyarakat Adat Betawi ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 2 tahun 2024.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Hal ini disampaikan Pramono di acara Sarasehan III Kaukus Muda Betawi: &#8220;Menyongsong 498 Tahun Kota Jakarta Dan Lembaga Adat Masyarakat Betawi Tahun 2025 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Senin (2\/6).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Ini bagian komitmen kita untuk menyelesaikan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024. Undang-Undang memerintahkan. Momentumnya kalau tidak sekarang, menurut saya kita akan mengalami kesulitan,&#8221; ujar Pramono.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Salah satu komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan Betawi yakni, adanya rencana larangan kesenian ondel-ondel yang dijadikan sebagai alat untuk mengamen. Pramono ingin kesenian ondel-ondel lebih dihargai oleh masyarakat.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Supaya budaya Betawi ini kita naikkan, kita buat menjadi sesuatu budaya yang sangat dihormati oleh siapapun. Bukan kemudian budaya untuk ngamen,&#8221; kata dia.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Karena itu, ia meminta Dinas Kebudayaan DKI Jakarta agar memajukan budaya Betawi dengan menampilkannya di sejumlah tempat. Pemprov DKI Jakarta sendiri sebelumnya telah melakukan kerja sama dengan 10 hotel bintang lima untuk turut memajukan kebudayaan Betawi.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Salah satunya yakni di Hotel Borobudur, di mana nantinya akan menyajikan makanan khas Betawi selama dua bulan. Selain itu, ornamen Betawi juga akan ditambahkan di berbagai tempat, seperti di Stadion Tugu, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pramono tak ingin budaya Betawi hanya dijadikan sebagai simbol-simbol saja. Namun juga benar-benar turut disertakan dan ditampilkan di berbagai acara.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Bahkan ia juga meminta agar beberapa nama rumah sakit baru diberi nama dengan unsur tokoh Betawi untuk memperkuat identitas budaya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Beberapa nama-nama rumah sakit yang akan kita bangun, saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan diberi nama Betawi, tokoh Betawi,&#8221; kata dia.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pramono menyampaikan, budaya Betawi menjadi salah satu kekuatan utama bagi Jakarta untuk menuju kota global yang berbudaya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Saya memang ingin betul-betul menyelesaikan bahwa lembaga adat Betawi atau ke-Betawian ini kita rancang dengan baik,&#8221; tegasnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Senada, Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin juga menegaskan komitmen DPRD untuk memajukan kebudayaan Betawi, salah satunya dengan menyelesaikan Perda Pemajuan Kebudayaan Betawi.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Komitmen DPRD untuk terbitnya Perda Pemajuan Kebudayaan Betawi,\u00a0<i>InsyaAllah<\/i>\u00a0saya sangat berkomitmen,&#8221; kata Khoirudin.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Meskipun terdapat 30 raperda prioritas yang harus diselesaikan DPRD pada tahun ini, namun Khoirudin berjanji akan memprioritaskan penyelesaian Perda Pemajuan Kebudayaan Betawi.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Setelah menerima draf dari Eksekutif, DPRD akan menyusun raperda ini melalui pembahasan di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) dengan mengundang praktisi, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait budaya Betawi.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cSaya berharap budaya Betawi bukan hanya ada dalam perda, bukan hanya ada dalam acara seremonial. Tapi ini masuk ke dalam bagian dari pendidikan formal di sekolah,&#8221; tandas Khoirudin.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menyelesaikan Peraturan Daerah (Perda) tentang Masyarakat Adat Betawi. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan, penyelesaian Perda tentang Masyarakat Adat<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20687,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,139,45,110,53,48,40],"tags":[],"class_list":["post-20686","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-hiburan","category-jakarta","category-parawisata","category-pembangunan","category-pemerintahan","category-seni-budaya"],"views":122,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20686","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20686"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20686\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20688,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20686\/revisions\/20688"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20687"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20686"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20686"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20686"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}