{"id":20614,"date":"2025-05-29T06:49:41","date_gmt":"2025-05-29T06:49:41","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=20614"},"modified":"2025-05-29T06:49:41","modified_gmt":"2025-05-29T06:49:41","slug":"polda-riau-musnahkan-119-kg-sabu-ribuan-butir-ekstasi-heroin-dan-ganja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=20614","title":{"rendered":"Polda Riau Musnahkan 119 Kg Sabu, Ribuan Butir Ekstasi, Heroin, dan Ganja"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews-Pekanbaru<\/b>\u00a0\u2014 Kepolisian Daerah (Polda) Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan narkotika dengan melakukan pemusnahan barang bukti narkoba dalam jumlah besar, Rabu (28\/5\/2025).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pemusnahan dilakukan di halaman samping Mapolda Riau. Barang bukti terdiri dari sabu seberat 119,7 kilogram, heroin 3,87 kilogram, ganja 16 kilogram, serta 43.674 butir ekstasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Barang bukti narkotika tersebut merupakan hasil pengungkapan 18 kasus yang melibatkan 35 tersangka. Para tersangka terdiri dari bandar, pengendali, serta kurir jalur darat dan laut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cDari 18 kasus ini, Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menangani 10 kasus, Polres Dumai 3 kasus, Polres Bengkalis 3 kasus, dan Polres Kampar 2 kasus,\u201d ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kombes Putu menjelaskan, jika barang bukti ini berhasil diedarkan, nilai narkotika mencapai Rp133 miliar dengan potensi korban lebih dari 709.000 jiwa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Investigasi mengungkap sebagian jaringan pengedar dikendalikan dari luar negeri, bahkan dari dalam lembaga pemasyarakatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Distribusi narkotika menjangkau wilayah Sumatera seperti Riau, Medan, Palembang, dan Lampung, serta kota-kota besar di Pulau Jawa, termasuk Jawa Timur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cBarang-barang ini direncanakan diedarkan di berbagai kota besar. Jika tidak dicegah, akan menjadi bencana sosial yang sangat serius,\u201d tegas Putu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara itu, Wakil Kepala Polda Riau, Brigjen Pol Jossy Kusumo, menegaskan bahwa pemberantasan narkoba harus menjadi tanggung jawab bersama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKami tidak akan berhenti di sini. Perang terhadap narkoba harus menjadi tanggung jawab kolektif. Masyarakat juga harus berperan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing,\u201d tegasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pemusnahan barang bukti dihadiri oleh pejabat kepolisian, perwakilan instansi pemerintah, dan insan pers sebagai wujud keterbukaan informasi kepada publik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sebelum dimusnahkan, seluruh barang bukti telah diuji keasliannya oleh Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal enam tahun penjara hingga hukuman mati atau seumur hidup.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Pekanbaru\u00a0\u2014 Kepolisian Daerah (Polda) Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan narkotika dengan melakukan pemusnahan barang bukti narkoba dalam jumlah besar, Rabu (28\/5\/2025). Pemusnahan dilakukan di<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20615,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,34,116,57,51],"tags":[],"class_list":["post-20614","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-hukum","category-kepolisian","category-pekanbaru","category-peristiwa"],"views":115,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20614","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20614"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20614\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20616,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20614\/revisions\/20616"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20615"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20614"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20614"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20614"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}