{"id":20523,"date":"2025-05-23T09:44:32","date_gmt":"2025-05-23T09:44:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=20523"},"modified":"2025-05-23T09:44:32","modified_gmt":"2025-05-23T09:44:32","slug":"baitulmal-lakukan-validasi-ulang-calon-penerima-bantuan-stunting-dan-verifikasi-pasien-kronis-di-aceh-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=20523","title":{"rendered":"Baitulmal Lakukan Validasi Ulang Calon Penerima Bantuan Stunting dan Verifikasi Pasien Kronis di Aceh Selatan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Banda Aceh-Tapak Tuan ,baitulmal Baitul Mal Aceh (BMA) melakukan validasi dan verifikasi data calon penerima bantuan dana penanggulangan untuk anak stunting dan bantuan dana bagi penderita penyakit kronis di Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (22\/4\/2025). Kegiatan ini mencakup 30 data calon penerima bantuan anak stunting dan 8 data penderita penyakit kronis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Bagian Umum Sekretariat BMA, Didi Setiadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Untuk anak stunting, validasi dilakukan terhadap penerima bantuan tahun lalu, sedangkan verifikasi awal dilakukan terhadap penderita penyakit kronis yang baru diusulkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cValidasi ini bertujuan untuk memastikan apakah para penerima masih memenuhi kriteria, apakah kondisi anak masih dalam kategori stunting dan membutuhkan bantuan lanjutan. Kami tidak ingin ada yang terlewat, tetapi juga tidak ingin ada data ganda atau penerima yang sudah tidak layak tetap menerima,\u201d ujar Didi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara itu, untuk penderita penyakit kronis, proses ini adalah tahapan awal. \u201cVerifikasi ini akan kami tindak lanjuti, jika mereka dinyatakan layak, maka akan dimasukkan dalam daftar antrean penerima bantuan. Bantuan ini sifatnya berkelanjutan, jadi kami harus pastikan semuanya berdasarkan data yang akurat,\u201d tambahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia berharap bantuan ini bisa memberi manfaat nyata bagi para penerima. \u201cSemoga bantuan ini dapat meringankan beban hidup mereka, baik dalam pemenuhan gizi anak-anak maupun untuk membantu biaya kebutuhan medis dan sehari-hari bagi penderita penyakit kronis,\u201d kata Didi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Salah satu penerima bantuan stunting, Yusniar, mengungkapkan bahwa bantuan yang diterimanya selama ini sangat membantu dalam mencukupi kebutuhan gizi anaknya yang berusia satu tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cDulu berat badannya sulit naik, tapi sejak dapat bantuan, kami bisa beli susu dan makanan bergizi. Alhamdulillah sekarang sudah mulai membaik. Saya sangat berterima kasih kepada Baitul Mal Aceh,\u201d ucap Yusniar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Senada dengan itu, Idelman, pria berusia 48 tahun yang menderita gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah setiap dua minggu sekali, sangat berharap bisa masuk dalam daftar penerima bantuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cSaya sudah tidak bisa bekerja sejak dua tahun lalu. Semua kebutuhan hidup ditanggung anak saya, itu pun pas-pasan. Kalau bisa dapat bantuan dari Baitul Mal Aceh, itu sangat membantu, apalagi untuk biaya transport ke rumah sakit dan kebutuhan harian,\u201d ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Banda Aceh-Tapak Tuan ,baitulmal Baitul Mal Aceh (BMA) melakukan validasi dan verifikasi data calon penerima bantuan dana penanggulangan untuk anak stunting dan bantuan dana bagi<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20524,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[71,118,37,53,48],"tags":[],"class_list":["post-20523","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","category-berita-nasional","category-kesehatan","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":64,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20523","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20523"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20523\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20525,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20523\/revisions\/20525"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20524"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20523"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20523"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20523"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}