{"id":20062,"date":"2025-04-23T06:58:15","date_gmt":"2025-04-23T06:58:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=20062"},"modified":"2025-04-23T06:58:15","modified_gmt":"2025-04-23T06:58:15","slug":"marlina-muzakir-membawa-harapan-baru-untuk-keluarga-rudi-dan-maisarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=20062","title":{"rendered":"Marlina Muzakir membawa Harapan Baru untuk Keluarga Rudi dan Maisarah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Lhoksukon,Aceh\u2013 Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir, tak kuasa menahan air mata saat menapakkan kaki di rumah Rudi (43), warga Gampong Me Merbo, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara. Di tengah hamparan tambak ikan, sebuah gubuk reot\u2014tempat Rudi dan istrinya Nilawati (41), serta ketiga anak mereka berteduh dari panas dan hujan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Rumah berdinding papan lapuk dan anyaman bambu itu nyaris roboh. Lantainya hanya tanah keras, atap daun nipahnya berlubang di sana-sini, ditambal seadanya dengan spanduk plastik bekas. Tak ada listrik di rumah itu. Di dalam rumah, di atas dipan kayu sederhana, tampak kasur tipis dan tikar plastik lusuh. Sebuah nampan berisi sisa nasi putih tanpa lauk tergeletak di samping tempat tidur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Saat Marlina masuk ke dapur, seekor ayam yang tengah mengeram terkejut dan terbang keluar lewat atap bocor, seolah memperlihatkan betapa rapuhnya bangunan itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Rudi bercerita, ia merantau dari Kuala Simpang, Aceh Tamiang, sekitar sepuluh tahun lalu untuk menjaga tambak masyarakat Lhokseumawe. Pemilik tambak mengizinkan ia mendirikan rumah di atas tanah itu. Namun, seiring waktu, rumah itu kian hancur, tanpa perbaikan berarti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cGampong bukan tidak membantu. Sudah banyak upaya. Tapi karena tidak ada lahan, rumah bantuam juga tidak bisa dibangun,\u201d ungkap Rudi dengan suara bergetar. Ia menambahkan, baru-baru ini ada lembaga yang menyumbangkan dana untuk membeli sebidang tanah sebagai tempat tinggal baru bagi keluarganya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Mendengar kisah itu, Marlina Muzakir berusaha menenangkan Nilawati. \u201cYang sabar, ya, Bu. Insya Allah, pemerintah akan membantu membangun rumah untuk keluarga ini,\u201d katanya penuh empati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Marlina menegaskan bahwa kunjungannya adalah bagian dari komitmen pemerintah Aceh untuk benar-benar melihat dan merasakan sendiri kondisi rakyat di lapangan. \u201cDoakan kami selalu diberi kekuatan untuk terus turun ke rumah-rumah seperti ini,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sebelum meninggalkan rumah itu, Rudi mengucapkan terima kasih dengan suara parau, \u201cSaya doakan Ibu dan Bapak selalu sehat.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dari Gampong Me Merbo, rombongan Marlina melanjutkan kunjungan ke rumah pasangan lansia M. Ali dan Maisarah di Gampong Blang Pala, Kecamatan Banda Baro, Aceh Utara. Di rumah sederhana yang berdiri di atas lahan milik pribadi itu, Marlina kembali disambut haru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Maisarah langsung menangis saat Marlina tiba. Ia memendam kekhawatiran mendalam: putra mereka, M. Fakhri, akan segera menikah, namun kondisi rumah mereka sungguh memperihatinkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cBagaimana tidak menangis, bagaimana mau membawa pulang menantu,\u201d ujarnya lirih, sambil menunjuk pojok rumah tempat kelambu usang dibentangkan untuk tidur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Marlina berusaha menenangkan Maisarah. Ia berjanji akan mengupayakan bantuan rumah layak huni bagi mereka melalui program pemerintah Aceh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sebelum pamit, Marlina meminta Maisarah untuk mendoakan kesehatan dirinya dan Gubernur Aceh. Maisarah, dengan deraian air mata, memeluk Marlina erat dalam pelukan penuh rasa syukur dan harapan baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kini, keluarga Rudi dan keluarga Maisarah menatap masa depan dengan harapan baru: rumah yang lebih layak untuk hidup yang lebih bermartabat.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Lhoksukon,Aceh\u2013 Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir, tak kuasa menahan air mata saat menapakkan kaki di rumah Rudi (43), warga Gampong Me Merbo, Kecamatan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20063,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[71,118,73,48,44],"tags":[],"class_list":["post-20062","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","category-berita-nasional","category-komunikasi","category-pemerintahan","category-sosial"],"views":76,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20062","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20062"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20062\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20064,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20062\/revisions\/20064"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20063"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20062"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20062"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20062"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}