{"id":19881,"date":"2025-04-11T12:26:35","date_gmt":"2025-04-11T12:26:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=19881"},"modified":"2025-04-11T12:26:35","modified_gmt":"2025-04-11T12:26:35","slug":"impor-tinggi-aceh-defisit-usd1922-juta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=19881","title":{"rendered":"Impor Tinggi, Aceh Defisit USD19,22 Juta"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><strong>IndonesiaLineNews<\/strong>-Banda Aceh- Provinsi Aceh mencatat defisit neraca perdagangan luar negeri sebesar USD19,22 juta\u00a0 pada Februari 2025. Defisit ini disebabkan nilai impor masih lebih tinggi dibandingkan ekspor dalam periode tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat, total impor Aceh pada Februari 2025 mencapai USD73,16 juta USD, sedangkan nilai ekspor hanya sebesar USD53,94 juta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Perbedaan nilai tersebut menunjukkan Aceh masih sangat bergantung pada pasokan dari luar negeri, terutama di sektor energi dan bahan baku industri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala BPS Aceh, Ahmadriswan Nasution, melalui Fungsional Madya BPS Aceh, Oriza Santifa menyampaikan, meskipun nilai impor pada Februari lebih tinggi dari ekspor, namun angka tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Nilai impor Provinsi Aceh pada Februari 2025 sebesar USD73,16 juta. Angka ini mengalami penurunan sebesar 3,51 persen dibandingkan impor Januari 2025,&#8221; ujar Oriza, Kamis (10\/4\/2025).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Oriza mengatakan, Amerika Serikat menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai USD30,34 juta, yang didominasi oleh komoditas gas. Selain itu, Aceh juga mengimpor bahan kimia anorganik senilai USD8,90 juta\u00a0 dan pupuk sebesar USD5,29 juta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara itu, kinerja ekspor Aceh pada Februari 2025 justru mengalami kenaikan sebesar 6,08 persen dibandingkan Januari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Oriza menyebutkan, komoditas batu bara menjadi penyumbang utama dengan nilai USD32,36 juta yang seluruhnya diekspor ke India.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Secara keseluruhan, batu bara menyumbang 62,71 persen dari total ekspor Aceh pada Februari, yakni sebesar USD33,83 juta. Komoditas lainnya yang juga diekspor antara lain kopi, berbagai produk kimia, dan komoditas lainnya,&#8221; kata Oriza.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Banda Aceh- Provinsi Aceh mencatat defisit neraca perdagangan luar negeri sebesar USD19,22 juta\u00a0 pada Februari 2025. Defisit ini disebabkan nilai impor masih lebih tinggi dibandingkan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19882,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[71,118,29,53,48],"tags":[],"class_list":["post-19881","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","category-berita-nasional","category-ekonomi","category-pembangunan","category-pemerintahan"],"views":70,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19881","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19881"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19881\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19883,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19881\/revisions\/19883"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19882"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19881"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19881"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19881"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}