{"id":19547,"date":"2025-03-19T09:10:57","date_gmt":"2025-03-19T09:10:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=19547"},"modified":"2025-03-19T09:10:57","modified_gmt":"2025-03-19T09:10:57","slug":"program-hapus-tato-gratis-baznas-bazis-di-kantor-walkot-jakut-diapresiasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=19547","title":{"rendered":"Program Hapus Tato Gratis Baznas Bazis di Kantor Walkot Jakut Diapresiasi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Hapus Tato Gratis yang diadakan Baznas (Bazis) DKI Jakarta di Gedung Balai Yos Sudarso, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kecamatan Tanjung Priok, disambut antusias dan diapresiasi warga.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Salah seorang warga Kelurahan Semper Barat yang mengikuti program Hapus Tato Gratis, Sugeng (37) mengaku baru kali pertama mengikuti. Ia merasa sangat senang dan terbantu dengan adanya layanan hapus tato secara gratis tersebut.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Keinginan menghapus tato ini sudah lama karena saya ingin mewujudkan permintaan istri saya. Tato di lengan kiri ini sudah ada sejak sekitar 10 tahun lalu,&#8221; ujarnya, Rabu (19\/3).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Hal senada disampaikan, warga Kelurahan Koja, Riska Novianto (28). Riska merasa terharu bisa mengikuti kembali hapus tato yang diadakan Baznas Bazis.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Ini kedua kali saya hapus tato karena saya malu kalau dilihat anak saya. Tato saya berwarna jadi membutuhkan 10 sampai 15 tahap. Saya akan terus mengikuti hapus tato gratis ini, sebab di luar sana harganya mahal,&#8221; ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara itu, Koordinator Pelaksana Hapus Tato Gratis Wilayah Jakarta Utara, Asep Wahyudi menuturkan, kegiatan hapus tato di wilayah Jakarta Utara hanya berlangsung satu hari di bulan Ramadan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Hari ini targetnya 100 peserta, baik itu yang sudah pernah ikut maupun peserta baru,&#8221; terangnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Asep menjelaskan, secara teknis, pelaksanaan hapus tato ini dilakukan dengan seksama dan sesuai standar prosedur medis. Mulai dari skrining kesehatan, pengambilan darah, konsultasi dokter, anestesi tindakan hingga pascatindakan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Setiap tindakan hapus tato membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit sesuai dengan pola gambar. Semakin banyak gambar dan berwarna semakin lama proses penghapusannya,&#8221; ucapnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurutnya, program Hapus Tato Gratis ini merupakan salah satu satu implementasi penggunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari masyarakat yang kemudian dikembalikan lagi kepada masyarakat untuk kegiatan bermanfaat.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Semoga kegiatan ini bisa meringankan beban mereka yang ingin menghapus tato. Tidak kalah penting, membawa harapan warga Jakarta Utara menjadi lebih baik di masa yang akan datang,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Hapus Tato Gratis yang diadakan Baznas (Bazis) DKI Jakarta di Gedung Balai Yos Sudarso, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kecamatan Tanjung Priok, disambut antusias dan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19548,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,73,48,44],"tags":[],"class_list":["post-19547","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-komunikasi","category-pemerintahan","category-sosial"],"views":141,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19547","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19547"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19547\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19549,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19547\/revisions\/19549"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19548"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19547"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19547"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19547"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}