{"id":19121,"date":"2025-02-20T12:40:11","date_gmt":"2025-02-20T12:40:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=19121"},"modified":"2025-02-20T12:40:44","modified_gmt":"2025-02-20T12:40:44","slug":"polda-riau-gagalkan-pengiriman-9-kg-sabu-dan-30-ribu-pil-ekstasi-ke-palembang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=19121","title":{"rendered":"Polda Riau Gagalkan Pengiriman 9 Kg Sabu dan 30 Ribu Pil Ekstasi ke Palembang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><strong>IndonesiaLineNews-Pekanbaru<\/strong>\u00a0&#8211; Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau berhasil menggagalkan peredaran narkoba jaringan internasional dengan menyita 10 bungkus besar sabu dan 30 ribu pil ekstasi. Rencananya barang haram itu, akan dibawa ke Palembang, Sumatera Selatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Penangkapan ini dilakukan Subdit 3, pada Senin (10\/2) dini hari. Selain barang bukti, turut diamankan empat orang kurirnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Diresnarkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira mengungkapkan, setelah ditimbang, sabu yang diamankan memiliki berat bersih 9.876,6 gram.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cPara tersangka ditangkap di dua lokasi berbeda di Kabupaten Pelalawan,\u201d kata Kombes Putu, Kamis (20\/2).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Penangkapan pertama, jelas Kombes Putu, dilakukan di Jalan Lintas Timur Km 34, Kecamatan Bandar Sei Kijang. Di lokasi ini, polisi mengamankan tiga orang, yaitu ZM (30), AF (23), dan SA (28). Namun, tidak ditemukan barang bukti narkoba di tempat tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Namun, hasil pemeriksaan telepon genggam ZM, diketahui bahwa ketiga orang ini bertugas memantau jalur untuk memastikan pengiriman narkoba aman dari pantauan petugas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Ketiganya berperan sebagai pemantau jalur guna memastikan perjalanan pengiriman narkotika aman atau tidak dari pantauan petugas,&#8221; ujar Kombes Putu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Berdasarkan informasi yang diperoleh, tim opsnal kemudian bergerak ke lokasi kedua di parkiran sebuah masjid di Jalan Lintas Maredan, Kecamatan Bandar Sei Kijang. Di sana, polisi menangkap dua orang lainnya, DS (37) dan MH (34), yang diduga terlibat langsung dalam pengiriman narkotika.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Dari kendaraan mereka, ditemukan satu tas besar berisi 10 bungkus sabu bermerek Guang Ying Wang dan enam bungkus besar pil ekstasi dengan total sekitar 30 ribu butir,&#8221; jelas Kombes Putu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka, yaitu ZM, AF, SA, dan DS. Selain narkotika, polisi juga menyita dua unit mobil Daihatsu Sigra yang digunakan dalam operasi ini, serta beberapa telepon genggam milik tersangka yang akan diperiksa lebih lanjut untuk menelusuri jaringan yang lebih luas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Para tersangka kini ditahan di Mapolda Riau dan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cMereka terancam hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup,\u201d tutup Putu.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Pekanbaru\u00a0&#8211; Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau berhasil menggagalkan peredaran narkoba jaringan internasional dengan menyita 10 bungkus besar sabu dan 30 ribu pil ekstasi. Rencananya<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19122,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,34,116,57,51,52],"tags":[],"class_list":["post-19121","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-hukum","category-kepolisian","category-pekanbaru","category-peristiwa","category-sorotan"],"views":62,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19121","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19121"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19121\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19123,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19121\/revisions\/19123"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19122"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19121"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19121"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19121"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}