{"id":18957,"date":"2025-02-07T07:03:40","date_gmt":"2025-02-07T07:03:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=18957"},"modified":"2025-02-07T07:03:40","modified_gmt":"2025-02-07T07:03:40","slug":"266-rw-di-jaksel-dinyatakan-terbebas-dari-babs","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=18957","title":{"rendered":"266 RW di Jaksel Dinyatakan Terbebas dari BABS"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Sebanyak 266 Rukun Warga (RW) di Jakarta Selatan sudah Open Defecation Free (ODF) atau terbebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS).\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Yudi Dimyati mengatakan, ratusan RW yang sudah ODF tersebut diketahui setelah dilakukan pendataan dan deklarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Alhamdulillah untuk deklarasi STBM dengan menggalang komitmen setop BABS bersama seluruh elemen masyarakat sudah kita lakukan di 10 wilayah kecamatan di Jakarta Selatan,&#8221; ujarnya, Jumat (7\/2).\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Yudi merinci, di Kecamatan Cilandak sudah ada 23 RW yang ODF, Jagakarsa 26 RW, Kebayoran Baru 40 RW, Kebayoran Lama 27 RW, dan Kecamatan Mampang Prapatan 12 RW.\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kemudian, di Kecamatan Pancoran 25 RW, Pasar Minggu 21 RW, Pesanggrahan 30 RW, Setiabudi 30 RW, dan Kecamatan Tebet mencapai 32 RW.\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Ada 10 kelurahan yang seluruh RW-nya sudah menggunakan tangki septik\u00a0atau ODF murni. Kesepuluh kelurahan tersebut yakni, Kelurahan Lebak Bulus, Melawai, Pulo, Selong, Senayan, Cikoko, Petukangan Selatan, Guntur, Karet Semanggi, dan Kelurahan Setiabudi,&#8221; terangnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Yudi menuturkan, untuk mencapai target Jakarta Selatan bebas BABS, unsur kesehatan bersinergi dengan stakeholder lainnya termasuk swasta akan terus menggalakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang limbah langsung ke kali atau sungai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kemarin Pak Wali menginginkan bukan lima tahun kita kejar Jakarta Selatan bebas BABS, melainkan satu hingga dua tahun Jakarta Selatan bisa seluruhnya bebas BABS,&#8221; ucapnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Yudi menyebut, dalam kendalanya di lapangan, Jakarta Selatan masih terdapat rumah-rumah penduduk yang berada di bantaran kali atau sungai. Sehingga, sulitnya lahan untuk mereka dalam membuat tangki septik.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia berharap, nantinya dengan tidak lagi membuang kotoran atau limbah ke kali atau sungai, tentunya selain memberikan dampak terhadap kelestarian lingkungan, juga dapat membantu menekan angka stunting.\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Lingkungan yang bersih, tidak ada kuman atau kotoran, tentunya membuat kita semua menjadi sehat, balita bisa juga terbebas dari indikasi stunting nantinya,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Sebanyak 266 Rukun Warga (RW) di Jakarta Selatan sudah Open Defecation Free (ODF) atau terbebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS).\u00a0 Kepala Suku Dinas Kesehatan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18958,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,37,119,53],"tags":[],"class_list":["post-18957","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-kesehatan","category-lingkungan","category-pembangunan"],"views":64,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18957","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18957"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18957\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18959,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18957\/revisions\/18959"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18958"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18957"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18957"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18957"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}