{"id":18776,"date":"2025-01-24T08:33:07","date_gmt":"2025-01-24T08:33:07","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=18776"},"modified":"2025-01-24T08:33:07","modified_gmt":"2025-01-24T08:33:07","slug":"wali-nanggroe-dan-ketua-pengadilan-tinggi-bahas-penegakan-hukum-di-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=18776","title":{"rendered":"Wali Nanggroe dan Ketua Pengadilan Tinggi Bahas Penegakan Hukum di Aceh"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jantho-Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, menerima audiensi dari Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Nursyam, Selasa (21\/1\/2025), di Meuligoe Wali Nanggroe.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Plt. Kabag Kerja sama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar dalam rilisnya kepada Media Center Aceh, Rabu (22\/1\/2025) mengatakan, dalam pertemuan ini lebih banyak membahas isu-isu terkait penegakan hukum di Aceh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Diketahui, pada 9 Januari 2025 lalu, Nursyam dilantik secara resmi oleh Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. H. Sunarto, SH MH di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sebagai Ketua Pengadilan Tinggi yang baru, Nursyam menyampaikan bahwa kunjungannya juga bertujuan untuk memperkenalkan diri sebagai pemimpin di wilayah Aceh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menambahkan, telah memiliki pengalaman bertugas di Aceh sejak 1992, termasuk di Singkil dan Banda Aceh, serta pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi pada 2022.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cAceh sudah seperti rumah kedua bagi saya, setelah kampung halaman saya di Sumatera Utara,\u201d ucap Nursyam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selama pertemuan, Nursyam juga melaporkan mengenai maraknya kasus narkoba di Aceh, yang tidak hanya menjadi masalah lokal, namun juga merupakan isu nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menyebutkan bahwa Aceh sering kali dijadikan jalur peredaran narkoba. Dalam beberapa kasus, hukuman mati telah dijatuhkan sebagai bagian dari upaya menanggulangi masalah tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKerja sama yang erat antara berbagai pihak sangat penting dalam penanganan tindak pidana untuk menciptakan ketertiban dan keamanan di Aceh,\u201d tambah Nursyam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara itu, Wali Nanggroe menyambut baik kunjungan ini dan menyatakan bahwa diskusi mencakup beberapa hal, termasuk masalah narkoba dan beberapa peraturan yang belum selesai di Aceh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Wali Nanggroe juga menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh untuk memajukan penegakan hukum di daerah ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cBeliau memahami situasi yang ada di Aceh dan kami berharap bersama-sama dapat mewujudkan solusi yang baik,\u201d ujar Wali Nanggroe.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jantho-Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, menerima audiensi dari Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Nursyam, Selasa (21\/1\/2025), di Meuligoe Wali<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18777,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[71,118,34,43],"tags":[],"class_list":["post-18776","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","category-berita-nasional","category-hukum","category-religi"],"views":86,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18776","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18776"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18776\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18778,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18776\/revisions\/18778"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18777"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18776"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18776"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18776"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}