{"id":18692,"date":"2025-01-18T05:10:53","date_gmt":"2025-01-18T05:10:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=18692"},"modified":"2025-01-18T05:10:53","modified_gmt":"2025-01-18T05:10:53","slug":"legislator-komisi-b-dukung-pengendalian-populasi-kucing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=18692","title":{"rendered":"Legislator Komisi B Dukung Pengendalian Populasi Kucing"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Legislator Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta, Francine Widjojo mendukung upaya pengendalian populasi kucing sebagai salah satu hewan penular rabies (HPR).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Francine mengatakan, selain menjaga populasi, sterilisasi yang dilakukan diharapkan memberikan kontribusi terhadap mempertahankan predikat Jakarta bebas rabies 20 tahun terakhir.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kesehatan hewan berkaitan erat dengan kesehatan manusia,&#8221; ujarnya, Sabtu (18\/1).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Francine menjelaskan, Legislatif terus memperjuangkan penambahan kuota sterilisasi gratis oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Untuk itu, jumlah kuota sterilisasi gratis untuk mengendalikan populasi kucing terlantar di Jakarta\u00a0terus meningkat, dari 9.000 kucing di tahun 2024 menjadi 21 ribu ekor di 2025.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Sterilisasi untuk mengendalikan populasinya, supaya Jakarta menjadi kota global yang ramah hewan,&#8221; terangnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurutnya, Pemprov DKI melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) juga perlu terus meningkatkan akses layanan kesehatan hewan yang terjangkau.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Bisa dengan menyediakan layanan gawat darurat 24 jam di Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan Ragunan dan\u00a0di tiap kota administrasi Jakarta,&#8221; ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menginginkan, Pemprov DKI Jakarta nantinya dapat merealisasikan pembangunan rumah sakit khusus hewan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Rumah sakit hewan milik pemerintah sudah dibangun di daerah lain, seperti Jawa Barat dan Jawa Timur,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Legislator Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta, Francine Widjojo mendukung upaya pengendalian populasi kucing sebagai salah satu hewan penular rabies (HPR). Francine mengatakan, selain menjaga<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18693,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,143,45,37,48,33],"tags":[],"class_list":["post-18692","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-flora-dan-fauna","category-jakarta","category-kesehatan","category-pemerintahan","category-politik"],"views":81,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18692","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18692"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18692\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18694,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18692\/revisions\/18694"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18693"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18692"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18692"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18692"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}