{"id":18066,"date":"2024-12-02T13:04:32","date_gmt":"2024-12-02T13:04:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=18066"},"modified":"2024-12-02T13:04:32","modified_gmt":"2024-12-02T13:04:32","slug":"pj-ketua-dekranasda-aceh-sampaikan-pentingnya-kreasi-dalam-memperkenalkan-budaya-aceh-di-era-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=18066","title":{"rendered":"Pj Ketua Dekranasda Aceh Sampaikan Pentingnya Kreasi dalam Memperkenalkan Budaya Aceh di Era Modern"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Takengon,Aceh- Pj Ketua Dekranasda Aceh, Safriati, menekankan pentingnya keseimbangan antara inovasi dan pelestarian budaya saat memberikan sambutan dalam acara Cerak Senye Desember Kopi Gayo yang diselenggarakan Jumat (29\/11\/2024), di Galeri Kopi Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurutnya, di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, mengenalkan kebudayaan daerah memerlukan kreativitas dan inovasi. Namun, menjaga orisinalitas budaya tetap menjadi hal yang sangat penting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut Safriati, kreasi dan inovasi merupakan cara efektif untuk memperkenalkan budaya suatu daerah ke publik, namun menjaga keaslian budaya lebih penting agar tetap lestari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kreasi dan inovasi sangat dibutuhkan dalam mempromosikan budaya suatu daerah di era saat ini. Namun itu hanya sebuah cara untuk memperkenalkan kebudayaan kita, karena menjaga orisinalitas kebudayaan tentu jauh lebih penting,&#8221; ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Safriati yang juga merupakan Pj Ketua TP PKK Aceh menyambut baik penyelenggaraan\u00a0Desember Kopi Gayo\u00a0di Bener Meriah pada Sabtu (30\/11), yang ia anggap sebagai kesempatan emas untuk memperkenalkan adat dan budaya masyarakat Dataran Tinggi Gayo kepada masyarakat luas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Acara tersebut juga berfungsi sebagai pra-event yang dapat mengumpulkan ide-ide dan gagasan untuk memperkenalkan budaya Gayo lebih besar lagi. &#8220;Sebagai pra-event,\u00a0Cerak Senye\u00a0ini sangat tepat untuk kita mengumpulkan ide dan gagasan yang akan dibahas dan digaungkan lebih besar lagi pada event utama besok,&#8221; ungkap Safriati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Tari Gayo, khususnya\u00a0Tari Ratoh Jaroe\u00a0dan\u00a0Tari Saman, kini semakin dikenal di luar Aceh. Safriati juga mengungkapkan bahwa kedua tarian ini sangat diminati di luar daerah dan bahkan sering diperlombakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menceritakan bagaimana ia membuka Festival\u00a0Ratoeh Jaroe\u00a0di Taman Mini Indonesia Indah yang diikuti oleh siswi dari lebih seratus sekolah di Jabodetabek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Bayangkan, Tari dari wilayah paling ujung barat Indonesia, dilestarikan, ditarikan, diperlombakan nun di Ibukota negara. Saat masyarakat luar Aceh mulai mencintai dan turut melestarikan kesenian kita, maka kita harus juga melakukan lebih,&#8221; tambahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Tari Saman\u00a0ditetapkan oleh\u00a0UNESCO\u00a0sebagai\u00a0Warisan Budaya Dunia Tak Benda\u00a0dalam sidang yang digelar di Bali pada 24 November 2011. Selain itu,\u00a0Tari Ratoeh Jaroe\u00a0juga pernah dipentaskan dalam acara pembukaan\u00a0Asian Games 2018\u00a0di Jakarta-Palembang dengan melibatkan 1.600 penari dari pelajar SMA di Jakarta yang berhasil memukau ribuan penonton di Stadion Gelora Bung Karno.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Untuk menjaga kelestarian budaya Aceh, Safriati mengajak semua pihak untuk menjadikan\u00a0Tari Ratoh Jaroe,\u00a0Tari Saman, dan tarian Aceh lainnya sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, baik di Aceh maupun di luar daerah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia berharap upaya ini dapat menjaga dan melestarikan tradisi serta budaya Aceh di kalangan generasi muda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sebagai Pj Ketua Dekranasda Aceh, Safriati juga menekankan pentingnya inovasi dan kreasi dalam memperkenalkan budaya daerah kepada dunia. Hal ini akan membuat masyarakat luas lebih tertarik untuk mempelajari dan mengenal lebih dalam tentang masyarakat Gayo dan Aceh secara keseluruhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Cerak Senye Desember Kopi Gayo\u00a0dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Pj Ketua Dekranasda Aceh Tengah, Pj Ketua Dekranasda Gayo Lues, Pj Ketua Dekranasda Bener Meriah, Ketua DWP Aceh Tengah, Forum Beru Gayo, serta berbagai aktivis perempuan, penulis, sastrawan Gayo, duta wisata, dan Founder Desember Kopi, Fikar W Eda. Acara ini menjadi bukti komitmen masyarakat Aceh dalam menjaga dan mempromosikan kebudayaan lokal.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Takengon,Aceh- Pj Ketua Dekranasda Aceh, Safriati, menekankan pentingnya keseimbangan antara inovasi dan pelestarian budaya saat memberikan sambutan dalam acara Cerak Senye Desember Kopi Gayo yang<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18067,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[71,118,73,119,40],"tags":[],"class_list":["post-18066","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","category-berita-nasional","category-komunikasi","category-lingkungan","category-seni-budaya"],"views":133,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18066","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18066"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18066\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18068,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18066\/revisions\/18068"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18067"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18066"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18066"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18066"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}