{"id":16966,"date":"2024-08-24T11:20:30","date_gmt":"2024-08-24T11:20:30","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=16966"},"modified":"2024-08-24T11:20:30","modified_gmt":"2024-08-24T11:20:30","slug":"bpbd-dki-luncurkan-tiga-buku-cerita-mitigasi-gempa-bumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=16966","title":{"rendered":"BPBD DKI Luncurkan Tiga Buku Cerita Mitigasi Gempa Bumi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bersama The United States Agency for International Development \u2013 Komunitas Perkotaan Untuk Aksi Tangguh (USAID KUAT), Sabtu (24\/8), meluncurkan tiga buku cerita bergambar tentang kebencanaan gempa bumi.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Rencananya, buku yang diluncurkan di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jasin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat ini, akan disebar ke berbagai sekolah dan \u00a0RPTRA di seluruh Jakarta. Selain itu, buku ini juga dapat diunduh secara gratis pada situs\u00a0<i>bit.ly\/pustakagempa<\/i>.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut Sekretaris BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, buku yang diluncurkan merupakan kelanjutan sayembara penulisan buku cerita tentang gempa bumi yang diselenggarakan pihaknya bersama USAID KUAT, \u00a0pada Maret lalu. Buku itu dicetak dengan format bergambar dan ilustratif.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Formatnya dibuat komunikatif agar usia anak sekolah dasar dan sekolah menengah pertama mudah memahami,&#8221; katanya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dijelaskan Marulitua, ketiga buku itu masing-masing berjudul Bola Tiwi dikarang oleh Lina Herlina dengan sasaran anak usia SD. Lalu buku berjudul Guncang-Guncang Ondel-Ondel dikarang Anang YB , menyasar anak usia SMP dan buku berjudul Namaku Ancalandikarang oleh Lukito Goeyardi menyasar anak usia SMA.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Diharapkannya, ketiga buku ini semakin memperkaya edukasi terhadap kebencanaan. Sehingga masyarakat, khususnya usia SD sampai SMA di DKI Jakarta, semakin awas dan siap siaga terhadap bencana<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Saya harap masyarakat, khususnya pelajar, peduli membaca buku ini karena sangat baik meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bencana sehingga bisa melakukan mitigasi,&#8221; tegasnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Deputy Director USAID KUAT, Victor Rembeth menjelaskan, gempa yang merusak di Jakarta dapat terjadi kapan saja. Hal itu lantaran Jakarta dikelilingi empat patahan gempa (Megathrust, Sesar Lembang, Cimandiri, dan Baribis).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Penting bagi seluruh masyarakat tahu hal yang perlu dilakukan ketika gempa terjadi dan buku ini dapat dijadikan rujukan mengenai cara berlindung,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bersama The United States Agency for International Development \u2013 Komunitas Perkotaan Untuk Aksi Tangguh (USAID KUAT), Sabtu (24\/8),<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16967,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,73,119,48,38],"tags":[],"class_list":["post-16966","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-komunikasi","category-lingkungan","category-pemerintahan","category-pendidikan"],"views":81,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16966","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16966"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16966\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16968,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16966\/revisions\/16968"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16967"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16966"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16966"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16966"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}