{"id":16724,"date":"2024-08-08T09:57:52","date_gmt":"2024-08-08T09:57:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=16724"},"modified":"2024-08-08T09:57:52","modified_gmt":"2024-08-08T09:57:52","slug":"komunitas-sma-di-jakarta-selatan-disosialisasi-kesadaran-hukum-dan-ham","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=16724","title":{"rendered":"Komunitas SMA di Jakarta Selatan Disosialisasi Kesadaran Hukum dan HAM"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui Bagian Hukum menggelar Peningkatan Kesadaran Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA) serta guru.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kegiatan yang mengangkat tema &#8220;Stop Narkotika dan Bullying&#8221; tersebut berlangsung di Ruang Rapat Patung Dirgantara Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Selatan, Mukhlisin mengatakan, saat ini sering terabaikan hak perlindungan, perlindungan dari segala macam bentuk kekerasan termasuk di dalamnya adalah\u00a0<i>bullying<\/i>\u00a0atau perundungan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia kekerasan pada anak di awal 2024 di Jakarta sudah mencapai 141 kasus. Untuk itu, kegiatan ini penting diselenggarakan agar tidak terjadi peningkatan kasus,&#8221; ujarnya, Kamis (8\/8).\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Mukhlisin menegaskan,\u00a0<i>bullying<\/i>\u00a0yang terjadi di lingkungan satuan pendidikan perlu dicegah dan ditangani secara bersama dan terstruktur, dimulai dari lingkungan tempat tinggal, keluarga, orang tua, masyarakat, serta pemerintah.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Sekolah dan pemerintah perlu melakukan sosialisasi dan kampanye antikekerasan\u00a0pada anak. Sehingga, kasus kekerasan pada anak tidak meningkat serta dapat kita cegah,&#8221; terangnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Kota Administrasi Jakarta Selatan, Dedi Rohedi menuturkan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran hukum dan HAM bagi guru dan peserta didik di tingkat SMA agar tercipta kedamaian, keamanan, ketertiban, ketentraman, serta keadilan dalam pergaulan antarsesama.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kegiatan peningkatan kesadaran hukum dan HAM ini diikuti 10 guru dan 90 murid SMA di Jakarta Selatan,&#8221; ucapnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menambahkan, untuk menambah wawasan peserta, juga turut dihadirkan narasumber dari Badan Pembinaan Hukum Nasional Republik Indonesia, Heny Indrawati yang memaparkan materi &#8220;Jauhi Bullying&#8221;.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kemudian, Asyma D A Sianipar dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jakarta Selatan yang menyampaikan materi &#8220;Cegah dan Berantas Narkoba&#8221;.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Dalam.kesempayan ini, kami juga membagikan bendera merah putih kepada \u00a010 guru yang mengikuti kegiatan ini,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui Bagian Hukum menggelar Peningkatan Kesadaran Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA) serta guru.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16725,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,34,73,48,38],"tags":[],"class_list":["post-16724","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-hukum","category-komunikasi","category-pemerintahan","category-pendidikan"],"views":72,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16724","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16724"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16724\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16726,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16724\/revisions\/16726"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16725"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16724"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16724"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16724"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}