{"id":16622,"date":"2024-08-01T10:43:40","date_gmt":"2024-08-01T10:43:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=16622"},"modified":"2024-08-01T10:43:40","modified_gmt":"2024-08-01T10:43:40","slug":"kurikulum-merdeka-langkah-aceh-besar-menuju-pendidikan-berkualitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=16622","title":{"rendered":"Kurikulum Merdeka: Langkah Aceh Besar Menuju Pendidikan Berkualitas"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jantho\u2013 Kurikulum Merdeka muncul sebagai solusi inovatif untuk menghadapi tantangan dunia pendidikan Indonesia, yang menawarkan pendekatan lebih relevan dan interaktif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Memasuki tahun ketiga penerapannya, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar berkomitmen memastikan bahwa semua sekolah di wilayah ini menerapkan Kurikulum Merdeka pada 2024.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Disdikbud Aceh Besar, Bahrul Jamil, dalam rilis yang dikutip MC Aceh, Rabu (31\/7\/2024) mengungkapkan bahwa pada tahap awal, Kurikulum Merdeka diterapkan di 60 sekolah sebagai proyek percontohan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Tahun lalu, instruksi telah dikeluarkan untuk penerapan di semua sekolah, meskipun terdapat dua sekolah SDN Cucum dan SDN 8 Kota Jantho yang belum sepenuhnya siap karena keterbatasan fasilitas, guru, dan anggaran. Namun, pada tahun ini, seluruh sekolah telah diinstruksikan untuk mengimplementasikan kurikulum tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Bahrul Jamil menambahkan bahwa bimbingan teknis (Bimtek) telah dilaksanakan untuk guru SD dan SMP mengenai penyusunan modul pembelajaran Kurikulum Merdeka. Tahun ini, Disdikbud juga mengadakan Bimtek untuk penyusunan kurikulum Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang dirancang oleh Kemendikbudristek untuk mendukung pencapaian Profil Pelajar Pancasila.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain itu, pada 2024, Disdikbud Aceh Besar meminta seluruh sekolah, termasuk PAUD, SD, dan SMP, untuk melaksanakan Bimtek secara mandiri dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kurikulum Merdeka mendukung pembelajaran berbasis proyek yang memungkinkan siswa menerapkan pengetahuan dalam konteks nyata serta memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa dan lingkungan setempat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kabid Pengembangan Kurikulum Dikdas Disdikbud Aceh Besar, Juwita menambahkan bahwa, Kurikulum Merdeka mendorong penggunaan metode dan media pembelajaran yang interaktif seperti diskusi kelompok, permainan peran, dan teknologi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Penilaian dalam kurikulum ini juga lebih holistik, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan berbagai instrumen seperti portofolio dan presentasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dengan langkah-langkah tersebut, Disdikbud Aceh Besar berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan bahwa Kurikulum Merdeka dapat memberikan manfaat maksimal bagi siswa di daerah ini.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jantho\u2013 Kurikulum Merdeka muncul sebagai solusi inovatif untuk menghadapi tantangan dunia pendidikan Indonesia, yang menawarkan pendekatan lebih relevan dan interaktif. Memasuki tahun ketiga penerapannya, Pemerintah<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[71,118,68,73,48,38],"tags":[],"class_list":["post-16622","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-aceh","category-berita-nasional","category-headline","category-komunikasi","category-pemerintahan","category-pendidikan"],"views":77,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16622","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16622"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16622\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16624,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16622\/revisions\/16624"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16622"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16622"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16622"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}