{"id":16609,"date":"2024-08-01T07:24:31","date_gmt":"2024-08-01T07:24:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=16609"},"modified":"2024-08-01T07:24:31","modified_gmt":"2024-08-01T07:24:31","slug":"panitia-pelaksana-adingin-dingin-ri-bungung-barania-berkoordinasi-dengan-pihak-polres-gowa-dan-polsek-bajeng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=16609","title":{"rendered":"Panitia Pelaksana A&#8217;dingin Dingin Ri Bungung Barania Berkoordinasi Dengan Pihak Polres Gowa dan Polsek Bajeng"},"content":{"rendered":"<p><strong>IndonesiaLineNews<\/strong>&#8220;Limbung Bajeng, 31 juli 2024 Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,.Jangan sekali kali pernah melupakan sejarah,..Berjuang juanglah laksana ombak abadi tanpa batas waktu(Kutipan roh perjuangan Bung Karno),.<br \/>\n&#8220;Kejahatan yang terstruktur akan mengalahkan kebaikan yang tidak terstruktur (Ali Bin Abi Thalib RA).<\/p>\n<p>Refleksi 79 tahun kemerdekaan Republik Indonesia,ada satu peristiwa sejarah yang menjadi tonggak awal berkibarnya bendera merah putih khususnya di daerah Limbung bekas kerajaan Bajeng, yang kemudian di kenal dengan istilah &#8220;A&#8217;dingin dingin ri Bungung Barania&#8221;, yakni pada tanggal 13 agustus 1945,maksud di laksanakannya kegiatan tersebut adalah untuk menyatukan pendapat antara laskar gerakan pemuda bajeng dan 37 Anrong Tau bahwa apapun yang terjadi kita bersama sama akan melawan segala bentuk penjajahan.<\/p>\n<p>Adapun yang melatar belakangi peristiwa tersebut adalah pasca menyerahnya tentara jepang tanpa syarat kepada sekutu sebagai respon atas di jatuhkannya bom atom di kota hirosima dan nagasaki oleh tentara sekutu, olehnya itu pimpinan pasukan jepang di daerah limbung Fukushima menyampaikan bahwa tentara balanda akan masuk kembali ke indonesia dengan membonceng tentara NICA untuk menjajah kembali indonesia.<\/p>\n<p>Hal inilah yang kemudian mengilhami di bentuknya laskar gerakan pemuda bajeng dengan struktur organisasi, Nuhung daeng bani sebagai ketua umum dan Pattola daeng sibali sebagai wakil ketua umum bersama teman seperjuangan membentuk sebuah laskar untuk memobilisasi perlawanan rakyat untuk memanfaatkan momentum yang sangat tepat ini,dan kalau ini tidak segera dilakukan maka belanda akan kembali ke indonesia untuk menjajah.<\/p>\n<p>LAKB sebagai wadah pemersatu semua pewaris 37 Anrong Tau dan pewaris laskar gerakan pemuda bajeng, untuk kembali menapak tilasi apa yang pernah terjadi di masa lalu baik dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan negara kita, yang telah telah di proklamirkan pada tanggal 17 agustus 1945 di jakarta&#8230;<\/p>\n<p>Sebagai ikhtiar dari LAKB, dengan ini kembali menginisiasi Acara Refleksi dan Renungan bersama dengan kegiatan bertajuk&#8221;A&#8217;dingin dingin ri Bungung Barania Kel Mataallo &#8220;,yang insya Allah akan dilaksanakan pada:hari selasa tanggal 13 agustus 2024 sekitar jam 08.00pagi-selesai<\/p>\n<p>Hal hal inilah yang kemarin di koordinasi kan dan di diskusikan oleh panitia pelaksana @Ahmad Baso Karaeng Tenreng dengan pihak kepolisian kanit Intel Polsek Bajeng Aiptu Saharuddin, kanit Intel Polres Gowa Ipda Yamin, SH beserta beberapa personil anggota Kepolisian,.alhamdulillah apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada kanit atas atensi dan perhatiannya,ungkap ketua panitia<\/p>\n<p>Demikian hasil koordinasi tersebut di sampaikan dengan tujuan utama agar kegiatan ini bisa berlangsung aman, damai dan lancar,&#8230;terima kasih yang setinggi tingginya atas inisiasi dari kanit Intel Polsek Bajeng dan kanit Intel Polres Gowa, untuk melakukan koordinasi dengan panitia pelaksana dengan segala respon positif yang telah diberikan&#8230;<\/p>\n<p>@Ahmadtenreng<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews&#8220;Limbung Bajeng, 31 juli 2024 Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,.Jangan sekali kali pernah melupakan sejarah,..Berjuang juanglah laksana ombak abadi tanpa<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16610,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[46,73,48,40,84],"tags":[],"class_list":["post-16609","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-daerah","category-komunikasi","category-pemerintahan","category-seni-budaya","category-sulsel"],"views":272,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16609","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16609"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16609\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16612,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16609\/revisions\/16612"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16610"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16609"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16609"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16609"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}