{"id":16418,"date":"2024-07-18T09:33:58","date_gmt":"2024-07-18T09:33:58","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=16418"},"modified":"2024-07-18T09:33:58","modified_gmt":"2024-07-18T09:33:58","slug":"ribuan-koperasi-di-aceh-vakum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=16418","title":{"rendered":"Ribuan Koperasi di Aceh Vakum"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><strong>IndonesiaLineNews<\/strong>-Banda Aceh\u2013 Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Aceh mencatat sebanyak 3.735 di provinsi ini tidak aktif alias vakum.<br \/>\nHal itu disampaikan Plh Kepala Diskop UKM Aceh, Saiful Bahri saat membuka Pelatihan Teknis Perkoperasian di Banda Aceh, Rabu (17\/7\/2024).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKalau kita lihat secara jumlah, di Aceh ada 7.771 koperasi, jumlah yang lumayan besar. Dari jumlah itu, yang aktif hanya 4.037 koperasi atau sekitar 52 persen. Sedangkan sisanya, 3.735 koperasi atau 48 persen dikategorikan tidak aktif,\u201d kata Saiful.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Lebih miris lagi, lanjut Saiful, dari 4.037 koperasi aktif, hanya 649 koperasi atau 12 persen dari yang rutin melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Ia menjelaskan, RAT merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada para anggota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cKalau kita tidak ada pertanggungjawaban, berarti tidak ada transparansi, berarti anggota mencurigai terhadap koperasi kita ini. Kalau anggota sudah mencuriai, berarti anggota nanti tidak open lagi dengan koperasi ini, tidak open berarti nanti tidak mau membayar iuran wajibnya. Otomatis operasional koperasi akan terhambat,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia menjelaskan, ada beberapa faktor yang memerangaruhi koperasi tidak melaksanakan RAT, salah satunya ketidakmampuan para pengurus koperasi dalam membuat laporan keuangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cMungkin salah satu tujuan melaksakan pelatihan ini, diharapkan bapak ibu dapat membuat laporan keuangan sesuai standar akuntansi yang benar, sehingga laporan keuangan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,\u201d harap Saiful Bahri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurutnya, pelatihan ini juga dalam rangka memperingati HUT ke-77 Koperasi. Dengan usia ini, ia berharap koperasi di Indonesia, terutama Aceh akan semakin maju dan berkembang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cMelalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat meningkatkan kapasitas SDM, akhirnya dengan kapasitas SDM yang memadai diharapkan kapasitas koperasi meningkat dan dapat mengkonsolidasikan para pelaku UMKM untuk bisa lebih maju,\u201d harap Saiful Bahri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara itu, Kepala UPTD Balai Pelatihan Koperasi dan UMKM Aceh, dra. Sri Rezeki, M.Pd melaporkan, pelatihan selama empat hari itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan mental pelaku koperasi dalam mengelola koperasi, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan anggota,\u201d kata Sri.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Banda Aceh\u2013 Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Aceh mencatat sebanyak 3.735 di provinsi ini tidak aktif alias vakum. Hal itu disampaikan Plh<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16419,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[71,29,68,73,41],"tags":[],"class_list":["post-16418","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","category-ekonomi","category-headline","category-komunikasi","category-nasional"],"views":173,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16418","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16418"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16418\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16420,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16418\/revisions\/16420"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16419"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16418"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16418"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16418"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}