{"id":16395,"date":"2024-07-17T11:19:32","date_gmt":"2024-07-17T11:19:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=16395"},"modified":"2024-07-17T11:19:32","modified_gmt":"2024-07-17T11:19:32","slug":"pusip-jakpus-gelar-wisata-literasi-bagi-warga-binaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=16395","title":{"rendered":"Pusip Jakpus Gelar Wisata Literasi bagi Warga Binaan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta-Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Pusat, Rabu (17\/7), \u00a0menggelar wisata literasi dalam Peringatan Tahun Baru Islam di Masjid At Taubah, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Jakarta Pusat, Rawasari, Cempaka Putih. Kegiatan dirangkai dengan Wisuda Santri Pesantren At-Tawabin angkatan ke-58 dan Pelantikan Santri Pesantren At-Tawabin angkatan ke-59.\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Suku Dinas Pusip Jakarta Pusat, Irwan Septinadi mengatakan, pihaknya menghadirkan pendongeng Kang Diding yang membawakan cerita dengan materi sesuai tema kegiatan &#8216;Momentum Evaluasi Diri Dalam Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan. Kegiatan ini merupakan kali kedua pihaknya berkolaborasi dengan Rutan Kelas I Jakarta Pusat.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Karena ini audiense-nya warga binaan, kami hadirkan pendongeng yang berpengalaman dan mampu membawakan materi untuk memotivasi peserta,&#8221; katanya, Rabu (17\/7).<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dijelaskan Irwan, dalam kegiatan mendongeng ini Kang Diding berupaya menyampaikan materi dongeng dengan tema religius selama sekitar 30 menit. Diharapkannya, dongeng yang disampaikan pemateri bisa memotivasi warga binaan agar menjadi lebih baik.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kami harap wisata literasi ini berkontribusi meningkatkan dan memotivasi mereka menjadi lebih baik,&#8221; ucapnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Fauzi Harahap menambahkan, \u00a0kegiatan pesantren ini merupakan program spiritual bagi warga binaan. Kurikulum kegiatan program pesantren untuk setiap angkatan dilaksanakan selama enam bulan.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Untuk kegiatan peringatan Tahun Baru Islam ini, kami berkolaborasi dengan Sudin Pusip dan MUI Jakarta Pusat,&#8221; ujarnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dilanjutkan Fauzi, setiap angkatan program pesantren diikuti 45 hingga 50 warga binaan. Selama enam bulan pelaksanaan program, mereka diberikan berbagai materi terkait agama Islam dan pelajaran membaca Al Qur&#8217;an.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Diharapkannya, program pembinaan ini bisa meningkatkan kualitas spiritual dan moral warga binaan. Tidak hanya bagi mereka yang menjadi peserta, Ia berharap peningkatan kualitas ini akan berimbas ke warga binaan lain di lingkungan Rutan Kelas I Jakarta Pusat.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Semoga kegiatan ini memberikan dampak baik terhadap perkembangan moral agama dan akhlak sebagai anak bangsa yang saat ini dititipkan oleh negara di Rutan,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Pusat, Rabu (17\/7), \u00a0menggelar wisata literasi dalam Peringatan Tahun Baru Islam di Masjid At Taubah, Rumah Tahanan Negara (Rutan)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16396,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[45,41,48,38,43],"tags":[],"class_list":["post-16395","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jakarta","category-nasional","category-pemerintahan","category-pendidikan","category-religi"],"views":66,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16395","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16395"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16395\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16397,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16395\/revisions\/16397"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16396"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16395"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16395"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16395"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}