{"id":15699,"date":"2024-06-27T05:33:50","date_gmt":"2024-06-27T05:33:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=15699"},"modified":"2024-06-27T05:33:50","modified_gmt":"2024-06-27T05:33:50","slug":"pokdarwis-pastikan-pergelaran-dcf-2024-lebih-mengangkat-tradisi-budaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=15699","title":{"rendered":"Pokdarwis pastikan pergelaran DCF 2024 lebih mengangkat tradisi budaya"},"content":{"rendered":"<p><b>IndonesiaLineNews-Banjarnegara-<\/b>Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa, Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, memastikan pergelaran Dieng Culture Festival (DCF) XIV Tahun 2024 pada 23-25 Agustus lebih mengangkat tradisi budaya masyarakat Dataran Tinggi Dieng.<\/p>\n<p>&#8220;Sesuai dengan tema &#8216;Back to Journey&#8217;, pergelaran DCF XIV Tahun 2024 difokuskan untuk kembali kepada nilai budaya. Apalagi DCF kembali menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara,&#8221; kata Ketua Pokdarwis Dieng Pandawa Alif Faozi, di Banjarnegara, Kamis.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, kata dia, pihaknya pada pergelaran DCF XIV Tahun 2024 meniadakan pergelaran musik &#8220;Harmoni Atas Awan&#8221;, sedangkan &#8220;Jazz Atas Awan&#8221; masih tetap diselenggarakan.<\/p>\n<p>Bahkan, tidak menutup kemungkinan pergelaran &#8220;Harmoni Atas Awan&#8221; maupun &#8220;Jazz Atas Awan&#8221; ke depan menjadi agenda tersendiri yang terpisah dari kegiatan DCF, sehingga agenda wisata di Dataran Tinggi Dieng makin bervariasi.<\/p>\n<p>Terkait dengan jadwal kegiatan DCF XIV Tahun 2024, dia mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih mengoordinasikan waktu pelaksanaan acara &#8220;Kongkow Budaya&#8221;, sedangkan untuk acara-acara lainnya sudah ditetapkan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami masih koordinasikan untuk acara &#8216;Kongkow Budaya&#8217; itu apakah akan digelar pada hari pertama atau kah hari terakhir. Kalau lainnya sama seperti DCF 2022, cuma yang &#8216;Kongkow Budaya&#8217; masih kami diskusikan dengan tokoh budaya, tokoh masyarakat, kira-kira bagusnya hari Jumat sore atau kah hari Minggu,&#8221; katanya menjelaskan.<\/p>\n<p>Sementara untuk acara lainnya, kata dia, pada hari pertama pergelaran DCF 2024 akan diisi dengan Gelaran Seni Tradisi, Aksi Dieng Bersih dan Penanaman Pohon, serta Napak Tilas.<\/p>\n<p>Menurut dia, acara Napak Tilas berupa perjalanan para sesepuh dan pemangku adat untuk melihat tempat-tempat yang mempunyai nilai kearifan lokal yang tinggi guna menyeimbangkan hubungan manusia dengan alam sekitarnya dan manusia dengan manusia.<\/p>\n<p>Selanjutnya pada hari kedua berupa Ruwatan Anak Berambut Gimbal yang merupakan acara unggulan dalam setiap penyelenggaraan DCF, dilanjutkan dengan Jazz Atas Awan pada malam harinya.<\/p>\n<p>&#8220;Hingga saat ini yang mendaftar acara ruwatan sudah sekitar 20 anak berambut gimbal, tapi nanti akan kami pilih sekitar 7-9 anak,&#8221; kata Alif.<\/p>\n<p>Ia mengatakan proses pemilihannya melalui survei yang dilakukan oleh para sesepuh untuk memastikan apakah anak berambut gimbal itu benar-benar ingin mengikuti ruwatan serta untuk mengetahui permintaan dari masing-masing anak.<\/p>\n<p>Dalam hal ini, ruwatan tersebut harus dilakukan atas keinginan dari anak berambut gimbal, bukan karena kehendak orangtuanya.<\/p>\n<p>Selain itu, permintaan dari anak berambut gimbal yang mengikuti ruwatan akan disiapkan oleh panitia.<\/p>\n<p>&#8220;Oleh karena itu, sesepuh dan panitia akan berkunjung ke rumah anak-anak berambut gimbal tersebut,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Terkait dengan pergelaran Jazz Atas Awan, dia mengatakan, pihaknya kembali seperti semula dengan tidak memublikasikan siapa saja artis yang akan tampil dalam pergelaran musik tersebut.<\/p>\n<p>Menurut dia, hal itu disebabkan sejak awal pergelaran DCF, acara Jazz Atas Awan hanya sebagai kegiatan pendukung, sehingga pihaknya tidak &#8220;menjual&#8221; artis.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi, kalaupun ada artis ternama yang tampil, ini adalah bonus bagi para pengunjung,&#8221; katanya pula.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, dia mengatakan pihaknya akan segera membuka penjualan paket wisata DCF XIV Tahun 2024 tersebut mulai hari Minggu (30\/6) melalui media sosial maupun laman Festival Dieng.<\/p>\n<p>Pada tahap pertama, pihaknya akan menjual sekitar 500-1.000 paket wisata sudah termasuk tiket masuk destinasi wisata di Dieng dan berbagai suvenir.<\/p>\n<p>Disinggung mengenai sarana akomodasi bagi pengunjung, dia mengakui jika saat ini di Desa Dieng Kulon sudah ada sekitar 800 homestay maupun penginapan.<\/p>\n<p>&#8220;Akan tetapi berdasarkan informasi yang kami terima, seluruhnya sudah habis dipesan oleh calon pengunjung DCF maupun biro-biro perjalanan wisata,&#8221; katanya lagi.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, kata dia, pihaknya bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara akan melibatkan homestay di desa-desa sekitar lokasi kegiatan termasuk di Desa Dieng Wetan, Kabupaten Wonosobo.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Banjarnegara-Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa, Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, memastikan pergelaran Dieng Culture Festival (DCF) XIV Tahun 2024 pada 23-25 Agustus<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15700,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,29,45],"tags":[],"class_list":["post-15699","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-ekonomi","category-jakarta"],"views":97,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15699","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15699"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15699\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15701,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15699\/revisions\/15701"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15700"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15699"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15699"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15699"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}