{"id":15571,"date":"2024-06-23T09:18:00","date_gmt":"2024-06-23T09:18:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=15571"},"modified":"2024-06-23T09:18:00","modified_gmt":"2024-06-23T09:18:00","slug":"jusuf-kalla-menteri-ppn-tak-banyak-sosok-seperti-tanri-abeng","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=15571","title":{"rendered":"Jusuf Kalla-Menteri PPN: Tak banyak sosok seperti Tanri Abeng"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta &#8211; Wakil Presiden Ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla (JK), serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional\/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN\/Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan di Indonesia tak banyak memiliki sosok seperti Tanri Abeng.<\/span><\/p>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Itu karena mantan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN di era Soeharto dan BJ Habibie itu menjadi CEO di berbagai perusahaan internasional.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Saya kira tidak banyak waktu itu orang Indonesia yang jadi CEO di perusahaan internasional,&#8221; kata Jusuf Kalla kerap disapa JK di rumah duka Tanri Abeng di Jakarta, Minggu.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut dia,\u00a0Tanri Abeng mempunyai kelebihan dalam mengatur waktu, manajerial, serta aktif dalam berorganisasi sehingga dengan kelebihan yang dimiliki, serta pengalamannya mengelola perusahaan asing, menjadikan BUMN ketika masa kepemimpinannya menjadi salah satu bagian pemajuan ekonomi negara.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Setelah beliau di BUMN, BUMN itu punya modal sendiri karena beliau pengalaman usaha sendiri, pengalaman dengan pihak asing,&#8221; katanya.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Lebih lanjut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional\/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN\/Bappenas) Suharso Monoarfa sependapat dengan JK.<\/p>\n<p>Menurut dia, di zaman itu tak banyak orang Indonesia memiliki kapabilitas untuk memimpin perusahaan asing sehingga sosok Tanri Abeng dikenal sebagai Manajer Rp1 Miliar.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Zaman itu tidak banyak orang Indonesia yang duduk di top CEO di perusahaan multinasional. Beliau mendemonstrasikan bahwa orang Indonesia bisa dan mampu mencapai kaliber multinasional,&#8221; katanya.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Suharso mengakui banyak berdiskusi dengan sosok Tanri Abeng dalam hal pembangunan nasional, terlebih mantan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN itu bisa mengkonsolidasi secara baik perusahaan plat merah, sehingga mampu memberikan kontribusi\u00a0terhadap devisa negara.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Semua bercita-cita seperti Pak Tanri di zamannya,&#8221; kata Suharso.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sebelumnya mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengatakan bahwa mantan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng telah meninggal dunia pada Minggu pukul 02.36 WIB.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cMeninggal dunia tadi malam sekitar pukul dua, di Rumah Sakit Medistra\u00a0 Jakarta,\u201d kata Said saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Minggu.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Mantan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng akan dimakamkan di Komplek\u00a0Tanri Abeng University Jalan Swadarma Raya No. 58 Pesanggrahan Jakarta Selatan.<\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta &#8211; Wakil Presiden Ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla (JK), serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional\/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN\/Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan di<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15572,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,118,45],"tags":[],"class_list":["post-15571","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-duka","category-berita-nasional","category-jakarta"],"views":74,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15571","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15571"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15571\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15573,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15571\/revisions\/15573"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15572"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15571"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15571"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15571"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}