{"id":15233,"date":"2024-06-15T07:00:06","date_gmt":"2024-06-15T07:00:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=15233"},"modified":"2024-06-15T07:00:06","modified_gmt":"2024-06-15T07:00:06","slug":"warga-tanah-datar-tanami-lahan-bekas-bencana-dengan-ubi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=15233","title":{"rendered":"Warga Tanah Datar tanami lahan bekas bencana dengan ubi"},"content":{"rendered":"<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews-Jakarta-<\/b>Sejumlah warga Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat menanam ubi dan jagung pada lahan sawahnya yang beberapa kali terdampak bencana banjir bandang dan lahar hujan Gunung Marapi yaitu pada Desember 2023, Maret dan Mei 2024.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Salah seorang warga Nagari Limo Kaum, Tanah Datar, Doni Hendra di Batusangkar, Sabtu mengatakan tanaman jagung dan ubi lebih cocok dengan kondisi lahan yang tertimbun oleh tumpukan material banjir bandang.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Untuk sementara akan ditanami jagung dan ubi karena tingginya material yang menimbun lahan sawah. Tanahnya sekarang tidak cocok lagi untuk tanaman padi,&#8221; katanya.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Doni mengatakan, selain kondisi tanah, alasan dia untuk menanam jagung adalah karena terputusnya aliran irigasi yang selama ini mengaliri lahan sawah oleh banjir bandang.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Diperkirakan perbaikan saluran irigasi itu akan memakan waktu yang cukup lama, sementara petani butuh pemasukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kami berharap secepatnya bisa mengolah sawah kembali. Namun dengan kondisi lahan dan tidak adanya irigasi, kami harus cari cara untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarga,&#8221; kata dia.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara itu, Bupati Tanah Datar, Eka Putra mengatakan terkait dengan kerusakan lahan pertanian akibat banjir bandang dan erupsi Gunung Marapi semenjak Desember 2023, pihaknya telah mengajukan reklamasi lahan ke Kementerian Pertanian.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Tercatat, kerusakan lahan pertanian khususnya lahan sawah akibat bencana alam tersebut, seluas 511,52 hektar sehingga berdampak cukup signifikan bagi ekonomi masyarakat.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Terkait kerusakan lahan pertanian ini kami telah melaporkan langsung ke Kementerian Pertanian, diantaranya reklamasi lahan pertanian, perbaikan infrastruktur irigasi dan jalan usaha tani, bantuan benih dan bantuan alsintan,&#8221; ujarnya.*<\/span><\/div>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Sejumlah warga Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat menanam ubi dan jagung pada lahan sawahnya yang beberapa kali terdampak bencana banjir bandang dan lahar hujan Gunung<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15234,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,44],"tags":[],"class_list":["post-15233","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-sosial"],"views":81,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15233","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15233"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15233\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15235,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15233\/revisions\/15235"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15234"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15233"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15233"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15233"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}