{"id":15097,"date":"2024-06-12T05:45:53","date_gmt":"2024-06-12T05:45:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=15097"},"modified":"2024-06-12T05:45:53","modified_gmt":"2024-06-12T05:45:53","slug":"makanan-yang-dapat-menyebabkan-bau-mulut-dan-kiat-menghilangkannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=15097","title":{"rendered":"Makanan yang dapat menyebabkan bau mulut dan kiat menghilangkannya"},"content":{"rendered":"<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews-Jakarta-<\/b>Mengonsumsi makanan tertentu dapat berperan besar menyebabkan bau mulut. Hal ini juga dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma mulut.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Saat kita makan, sisa makanan menempel di berbagai permukaan mulut kita\u2014seperti gigi, lidah, dan jaringan gusi\u2014menyediakan sumber makanan bagi bakteri,\u201d jelas Erin Fraundorf , DMD, MSD, seorang ortodontis dan pendiri BOCA Orthodontic + Whitening Studio, dikutip dari laman Well and Good, Selasa (11\/6)<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Saat bakteri mengonsumsi makanan ini, hal ini dapat menghasilkan asam penyebab bau, katanya.<span class=\"baca-juga\"><br \/>\n<\/span><\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Michael Wei , DDS, seorang dokter gigi kosmetik yang berbasis di New York City, setuju bahwa makanan, terutama makanan yang mengandung gula, juga dapat menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cMakanan manis dapat menyebabkan bau mulut dengan menciptakan lingkungan di mulut tempat bakteri berkembang biak dan menghasilkan produk sampingan yang berbau,\u201d kata Dr. Wei.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara itu, Dr. Wei mencatat bahwa makanan tertentu,seperti bawang putih, bawang merah, dan rempah-rempah tertentu, mengandung senyawa belerang yang dapat bertahan di mulut dan juga menyebabkan bau mulut.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Makanan atau minuman lainnya yang dapat menyebabkan bau mulut antara lain kopi, alkohol, produk susu, makanan pedas dan ikan.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Selain membangun rutinitas kebersihan mulut yang komprehensif, mengonsumsi makanan dan minuman ini dapat membantu menghilangkan bau mulut.<span class=\"baca-juga\"><br \/>\n<\/span><\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">1. Buah dan sayuran renyah<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut Dr. Wei, buah-buahan dan sayuran renyah, seperti apel, wortel, dan seledri, dapat membantu merangsang produksi air liur yang merupakan kunci untuk mencegah bau mulut.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cMakanan ini membantu merangsang produksi air liur, yang penting untuk menetralkan asam dan membersihkan partikel makanan dan bakteri di mulut. Air liur juga mengandung mineral yang membantu melindungi email gigi,\u201d ujarnya.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">2. Jahe<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dr Fraundorf merekomendasikan konsumsi jahe untuk membantu menetralisasi\u00a0beberapa bakteri penyebab bau di mulut Anda. Faktanya, jahe mengandung 6-gingerol , senyawa yang merangsang enzim yang secara alami memecah bakteri berbau busuk.<span class=\"baca-juga\"><br \/>\n<\/span><\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">3. Makanan kaya probiotik<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kedua dokter tersebut menyarankan untuk mengonsumsi makanan kaya probiotik yang dapat membantu mendukung mikrobioma mulut yang sehat.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cMakanan kaya probiotik seperti yogurt dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di mulut, yang penting untuk mengendalikan bakteri penyebab bau,\u201d kata Dr. Wei.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">4. Herbal<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurut Dr Fraundorf, jenis herbal tertentu dapat membantu menghilangkan bau mulut.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cPeterseli mengandung klorofil yang terbukti memiliki efek penghilang bau karena dapat membunuh bakteri jahat di mulut. Beberapa tumbuhan lain yang terbukti dapat meningkatkan pernapasan, antara lain spearmint, ketumbar, biji adas, cengkeh, dan adas manis, \u201dkatanya.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">5. Permen karet tanpa gula<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dr Wei dan Dr Fraundorf keduanya merekomendasikan konsumsi permen karet bebas gula untuk bau mulut yang lebih baik. Studi menunjukkan bahwa gigi berlubang jauh lebih rendah pada pasien yang mengunyah permen karet bebas gula selama dua puluh menit setelah makan.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cMengunyah permen karet bebas gula meningkatkan aliran air liur dengan menstimulasi reseptor mekanik dan rasa di mulut. Air liur membantu membersihkan partikel makanan serta mengencerkan dan menetralkan asam yang dihasilkan oleh bakteri plak pada gigi, sehingga mengurangi gigi berlubang, noda, dan bau mulut,\u201d jelas Dr. Fraundorf.<span class=\"baca-juga\"><br \/>\n<\/span><\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">6. Teh hijau<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Teh hijau mengandung polifenol , yaitu senyawa dengan sifat antioksidan yang dapat membantu mengurangi pertumbuhan bakteri di mulut, kata Dr. Wei.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cIa juga memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu meningkatkan kesehatan gusi,\u201d katanya.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">7. Air<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">H2O biasa juga dapat membantu meningkatkan pernapasan.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cTetap terhidrasi dengan minum banyak air membantu membersihkan partikel makanan dan bakteri di mulut. Ini juga membantu merangsang produksi air liur, yang penting untuk menjaga kesehatan mulut,\u201d kata Dr. Wei.<\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Mengonsumsi makanan tertentu dapat berperan besar menyebabkan bau mulut. Hal ini juga dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma mulut. \u00a0 &#8220;Saat kita makan, sisa makanan menempel di<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15098,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,37],"tags":[],"class_list":["post-15097","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-kesehatan"],"views":335,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15097","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15097"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15097\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15099,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15097\/revisions\/15099"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15098"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15097"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15097"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15097"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}