{"id":15021,"date":"2024-06-10T09:42:44","date_gmt":"2024-06-10T09:42:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=15021"},"modified":"2024-06-10T09:42:44","modified_gmt":"2024-06-10T09:42:44","slug":"gubernur-lampung-ajak-pengusaha-kembangkan-industri-cokelat-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=15021","title":{"rendered":"Gubernur Lampung ajak pengusaha kembangkan industri cokelat lokal"},"content":{"rendered":"<p><b>IndonesiaLineNews-Bandarlampung-<\/b><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengajak pengusaha di daerahnya untuk mengembangkan industri cokelat lokal dengan memanfaatkan melimpahnya komoditas kakao.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Lampung ini menjadi daerah penghasil komoditas kakao nomor dua secara nasional, akan tetapi pabriknya tidak ada untuk mendukung industri cokelat lokal. Sedangkan di Belgia tidak ada perkebunan kakao tapi industri cokelatnya terkemuka,&#8221; ujar Arinal Djunaidi di Bandarlampung, Senin.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Arinal mengajak pengusaha yang ada di daerahnya untuk ikut serta mengembangkan industri cokelat lokal dengan melihat besarnya potensi komoditas kakao Lampung.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u00a0<\/span>&#8220;Saya yakin dengan kerja sama dengan semua pihak kita bisa bangun pabrik cokelat di sini. Karena harga cokelat yang sudah diolah per batang cukup mahal dari pada dijual dalam bentuk mentah kakao, dan ini menjadi peluang bagi perkembangan ekonomi daerah,&#8221; ucap dia.<\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia melanjutkan, di daerahnya saat ini hanya ada industri pengolahan cokelat yang dikelola oleh BUMD Kabupaten Pesawaran yang berskala kecil. Namun masih mengalami kendala salah satunya kesulitan dalam pemasaran produk.<\/span><\/div>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Alangkah baiknya kalau saat panen kakao langsung bisa di produksi di sini, jadi ada unit untuk memproses di kebun tidak perlu mahal alatnya yang penting bisa dikelola. Dan nanti tinggal dicarikan pasarnya agar mudah mengatur pola distribusi,&#8221; tambahnya.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia mengatakan, dengan adanya hal itu sehingga bisa membantu petani mendapatkan harga jual kakao lebih baik, dari sebelumnya harga kakao mentah hanya Rp20 ribu per kilogram di tingkat petani. Bila diproses dapat meningkat dua kali lipat mencapai Rp60 ribu per kilogram. Kemudian secara tidak langsung dapat membuka lapangan pekerjaan dengan adanya pabrik pengolahan cokelat lokal.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Harapannya pengelolaan kakao Lampung ini bisa berjalan dengan baik, hingga menumbuhkan industri cokelat lokal di Lampung yang produknya bisa masuk ke pasar modern dan berbagai daerah,&#8221; katanya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Bandarlampung-Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengajak pengusaha di daerahnya untuk mengembangkan industri cokelat lokal dengan memanfaatkan melimpahnya komoditas kakao. &#8220;Lampung ini menjadi daerah penghasil komoditas kakao<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15022,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,29,45],"tags":[],"class_list":["post-15021","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-ekonomi","category-jakarta"],"views":74,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15021","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15021"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15021\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15023,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15021\/revisions\/15023"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15022"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15021"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15021"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15021"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}