{"id":14972,"date":"2024-06-09T11:31:06","date_gmt":"2024-06-09T11:31:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=14972"},"modified":"2024-06-09T11:31:06","modified_gmt":"2024-06-09T11:31:06","slug":"indico-perkuat-ketahanan-pangan-nasional-lewat-ekosistem-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=14972","title":{"rendered":"INDICO perkuat ketahanan pangan nasional lewat ekosistem digital"},"content":{"rendered":"<p><b>IndonesiaLineNews-Jakarta-<\/b>INDICO, anak perusahaan Telkomsel yang berfokus pada pengembangan ekosistem digital, berupaya memperkuat ketahanan pangan nasional dengan membangun platform inovatif di sektor pertanian untuk mengimplementasikan\u00a0<i>smart farming<\/i>, yakni<i>\u00a0<\/i>Digital Food Ecosystem (DFE).<\/p>\n<p>\u201cUntuk betul-betul menyelesaikan akar permasalahan di sektor pertanian, kita perlu membangun suatu ekosistem pangan yang solid, sehingga seluruh komunitas pertanian dapat saling merangkul, melengkapi, dan menciptakan\u00a0<i>added value<\/i>\u00a0terhadap satu sama lain,\u201d ucap CEO INDICO Andi Kristianto di Jakarta, Jumat.<\/p>\n<p>Pihaknya menyadari bahwa para petani membutuhkan dukungan teknologi yang relevan untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk produktivitas rendah, infrastruktur yang kurang memadai, perubahan iklim, fluktuasi pasokan dan permintaan antar wilayah, serta limbah pangan.<\/p>\n<p>Ia menyatakan bahwa DFE telah menunjukkan kinerja yang baik melalui\u00a0<i>pilot project<\/i>\u00a0di Selogiri, Jawa Tengah. Setelah penerapan inovasi dari DFE, 200 ton gabah padi dari 40 hektar lahan sawah berhasil dipanen di tengah ancaman kekeringan lahan.<\/p>\n<p>&#8220;Keberhasilan penerapan digitalisasi pertanian tersebut membantu sekitar 50 petani dalam menghasilkan produk yang lebih berkualitas, sekaligus meningkatkan nilai komersial hasil pertanian mereka,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia menyampaikan bahwa inovasi ekosistem digital dan teknologi yang diimplementasikan juga mampu meningkatkan efisiensi biaya maupun tenaga.<\/p>\n<p>\u201cMelalui DFE, kami berusaha menjawab tantangan nyata petani dan pelaku bisnis di sektor pertanian. Kami berharap inovasi yang lahir dari DFE dapat menjamin ketersediaan bahan pangan yang stabil di pasar dan menciptakan model rantai pasokan yang efisien,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Senada dengan Andi, Guru Besar Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpadj) Tomy Perdana menyampaikan bahwa dengan memfokuskan pada pengembangan ekosistem digital pangan dari hulu ke hilir, dapat tercipta solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi ketahanan pangan nasional.<\/p>\n<p>Ia menyatakan bahwa populasi yang melimpah dan kekayaan hayati yang beragam menjadi landasan yang kuat bagi pengembangan ekosistem digital pangan di Indonesia yang dapat dioptimalkan untuk meningkatkan efisiensi produksi, distribusi, dan aksesibilitas pangan secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Menurutnya, terdapat tiga faktor utama dalam pengembangan ekosistem digital pangan, yakni pertanian kontrak (<i>contract farming<\/i>) untuk menghubungkan produksi dengan pasar, teknologi digital (<i>smart farming<\/i>) agar petani bekerja lebih optimal dan efisien, serta simpul pangan (<i>food hubs<\/i>) untuk distribusi yang lebih efisien dan terkoordinasi.<\/p>\n<p>\u201cJadi, meskipun\u00a0<i>smart farming<\/i>\u00a0penting, itu baru langkah awal dan bagian dari solusi yang lebih besar untuk mengatasi masalah di sektor pertanian Indonesia,\u201d kata Tomy.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-INDICO, anak perusahaan Telkomsel yang berfokus pada pengembangan ekosistem digital, berupaya memperkuat ketahanan pangan nasional dengan membangun platform inovatif di sektor pertanian untuk mengimplementasikan\u00a0smart farming,<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14974,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,29,45],"tags":[],"class_list":["post-14972","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-ekonomi","category-jakarta"],"views":69,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14972","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14972"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14972\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14975,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14972\/revisions\/14975"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14974"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14972"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14972"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14972"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}