{"id":14954,"date":"2024-06-09T11:02:13","date_gmt":"2024-06-09T11:02:13","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=14954"},"modified":"2024-06-09T11:04:13","modified_gmt":"2024-06-09T11:04:13","slug":"direktur-utama-pos-indonesia-bedah-isi-buku-thriving-on-turbulence","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=14954","title":{"rendered":"Direktur Utama Pos Indonesia bedah isi buku &#8220;Thriving on Turbulence&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews-Jakarta-<\/b>Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi mengadakan bedah buku terbarunya, &#8220;Thriving on Turbulence: Agile Leadership untuk Sukses Melewati Disrupsi&#8221; yang dikemas bersama kegiatan Cangkrukran bersama Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Minggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cDalam kondisi krisis, kita tidak bisa bicara visi. Semua daya fokus menaikkan performansi,\u201d kata Faizal Rochmad Djoemadi.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dia menjelaskan buku itu adalah kristalisasi pengalamannya dalam memimpin Pos Indonesia saat periode pandemi.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pandemi adalah bentuk nyata dari krisis. Kepemimpinan di tengah krisis membutuhkan pendekatan yang berbeda. Ia tidak bisa dilakukan dengan kepemimpinan yang biasa.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Faizal menuturkan bahwa ini pertama kalinya, bagi dia dan Pos Indonesia, mengelola sebuah perusahaan di dalam lingkungan bisnis yang betul-betul ekstrem, kacau, dan bergolak. Sederhananya penuh turbulensi.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kala itu perusahaan mengalami\u00a0<em>double crisis<\/em>: lingkup eksternal dan internal.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Di sisi eksternal, industri dihantam pandemi COVID-19. Suasana ini membuat semua orang bingung, sebab ini adalah fenomena baru yang tidak dipahami banyak orang.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Tetapi yang jelas, pandemi membuat aktivitas bisnis dan industri lumpuh,&#8221; ucap Faizal.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Di lain pihak, di sisi internal perusahaan ini mengalami permasalahan yang kompleks. Ada tiga hal yang ia soroti sebagai faktor-faktor yang jadi penyebab merosotnya performa Pos Indonesia.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pertama, performansi finansial. Pos Indonesia mengalami pelemahan finansial.\u00a0<em>Revenue<\/em>\u00a0perusahaan berada di angka yang memprihatinkan.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kedua, performansi bisnis. Pos Indonesia kalah bersaing dengan kompetitornya. Portfolio bisnis di bidang jasa kurir dan logistik boleh dikatakan \u201ckeok\u201d.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia tidak dapat mengesankan konsumen, sehingga konsumen beralih ke\u00a0<em>brand<\/em>\u00a0lain. Ketidakpercayaan konsumen membuat\u00a0<em>market share<\/em>\u00a0Pos Indonesia tergerus turun.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Penyebab lain menurunnya performa bisnis juga selaras dengan hal ketiga yakni hancurnya disiplin operasional. Salah satu faktornya adalah indikator capaian pengiriman yang jauh dari kata memuaskan.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cDalam kondisi krisis seperti ini, kita tidak boleh bersikap biasa-biasa saja. Harus\u00a0<em>extraordinary<\/em>,\u201d katanya.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Bagi Faizal strategi memimpin di tengah krisis adalah agilitas: kemampuan untuk bertindak lincah, cepat, dan tepat.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Agilitas itu harus diamplifikasikan ke dalam lima aspek yakni;\u00a0<em>agile leadership, agile culture, agile digitalization, agile inno-collab,\u00a0dan\u00a0agile execution.<\/em><\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Misalnya dalam\u00a0<em>agile leadership<\/em>, seorang pemimpin harus mampu mengkomunikasikan fakta terburuk yang sedang dihadapi perusahaan. Faizal beranggapan bahwa penyampaian sebuah\u00a0<em>brutal fact\u00a0<\/em>adalah langkah penting untuk membangun rasa kebersamaan dan pemahaman yang sama atas krisis.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Penyampaian\u00a0<em>brutal fact<\/em>\u00a0penting untuk menciptakan\u00a0<em>sense of crisis<\/em>,&#8221; kata faizal.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Langkah pertama\u00a0<em>agile leadeship<\/em>\u00a0menurutnya adalah\u00a0<em>create sense of crisis<\/em>. Kemudian setelah semua elemen perusahaan paham dengan kondisi yang dihadapi, aksi berikutnya adalah fokus untuk menaikkan performansi perusahaan: baik performansi finansial, bisnis, dan operasional.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cDalam suasana krisis kita tak punya kemewahan merancang visi. Semua upaya dan tenaga harus fokus ke performansi perusahaan,&#8221; ujar Faizal.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Formula kepemimpinan Faizal di tengah krisis terbukti sukses mengantarkan Pos Indonesia, tidak hanya selamat melewati krisis, tetapi mampu bersaing dengan kompetitor, bahkan memenangkan persaingan pasar.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Faizal punya rekam jejak baik. Pos Indonesia bukan satu-satunya perusahaan yang ia nahkodai. Sebelumnya ia juga sukses menangani perusahaan di berbagai industri.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Faizal adalah President Director TELIN Group dan BOD Chairman (2016-2019), BoC Telkom Sigma (2019-2020), Chief of Digital Business &amp; Innovation Officer Telkom Indonesia (2019-2020).<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam acara itu Faizal membagikan pandangannya kepada alumni ITS agar dapat berkarir dengan baik. Ia menyebutnya dengan 3B, merupakan akronim dari\u00a0<em>Be yourself, Build your character, Broaden your network.<\/em><\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cArtinya apa? Menjadi sukses itu harus pertama, menjadi diri sendiri dengan memberikan prestasi yang terbaik di bidangnya (be yourself). Kedua, harus punya karakter yang kuat (build your character). Ketiga, kita harus memperluas relasi dan memberikan manfaat bagi sesama (broaden your network),\u201d kata Faizal yang juga merupakan calon Ketua Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS).<\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi mengadakan bedah buku terbarunya, &#8220;Thriving on Turbulence: Agile Leadership untuk Sukses Melewati Disrupsi&#8221; yang dikemas bersama kegiatan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14958,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,44],"tags":[],"class_list":["post-14954","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-sosial"],"views":108,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14954","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14954"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14954\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14957,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14954\/revisions\/14957"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14958"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14954"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14954"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14954"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}