{"id":14890,"date":"2024-06-08T02:27:08","date_gmt":"2024-06-08T02:27:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=14890"},"modified":"2024-06-08T02:27:08","modified_gmt":"2024-06-08T02:27:08","slug":"polisi-tangkap-kekasih-pelaku-pengeroyokan-yang-tewaskan-pelajar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=14890","title":{"rendered":"Polisi tangkap kekasih pelaku pengeroyokan yang tewaskan pelajar"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews<\/b>-Jakarta- Polisi menangkap kekasih pelaku berinisial R yang terlibat dalam kasus pengeroyokan pelajar hingga menewaskan korban berinisial FY (20) di Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Peran R memberikan kesempatan tersangka lainnya melakukan pengeroyokan sehingga menyebabkan korban meninggal dunia,&#8221; kata Kapolsek Mampang Kompol David Y Kanitero kepada wartawan di Jakarta, Jumat.<\/span><\/p>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">David menjelaskan, R merupakan kekasih pelaku berinisial ND (19) dan mantan kekasih korban FY sehingga motif pengeroyokan lantaran masalah asmara.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dijelaskan, saat masih menjalin hubungan, R sering dipukuli oleh korban sehingga menyulut emosi pelaku ND. Kemudian, dia segera membuat janji untuk bertemu dengan korban FY.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pelaku ND tak sendiri, dia mengajak temannya berinisial M untuk melakukan pengeroyokan kepada korban saat bertemu hingga membuat korban meninggal dunia.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Polisi yang mendapat laporan dari dari ojek daring, langsung melakukan pengejaran terhadap ND, M, R, dan satu orang lainnya.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kini, polisi juga berhasil menangkap kedua pelaku yakni ND dan R. Sedangkan FY telah dimakamkan di TPU Kampung Kandang.<\/p>\n<p>Polisi tak merinci kapan dan dimana keduanya ditangkap.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dari hasil pemeriksaan sementara dari dokter forensik, dinyatakan jantung korban tampak bintik pendarahan, pankreas korban tampak robek dan lambung korban berisi darah.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><br \/>\nDiduga penyebab kematian adalah lantaran adanya kekerasan dengan\u00a0benda tumpul di area dada dan perut sehingga berdampak pada rusaknya organ vital bagian dalam.<\/p>\n<p><\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pengeroyokan itu sendiri terjadi pada Kamis (6\/6) di kawasan Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.<\/p>\n<p>Atas perbuatannya ND terjerat Pasal 340 Sub 338 Sub 170 ayat 2 ke-3 KUHP atau terancam penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun.<\/span><\/div>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><br \/>\nSedangkan anak R karena di bawah umur terjerat Pasal 340 Sub 338 Sub 170 ayat 2 ke-3 Jo 56 ayat 2 KUHP atau sepertiga dari hukuman maksimal.<\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta- Polisi menangkap kekasih pelaku berinisial R yang terlibat dalam kasus pengeroyokan pelajar hingga menewaskan korban berinisial FY (20) di Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14891,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34,45,116,51],"tags":[],"class_list":["post-14890","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum","category-jakarta","category-kepolisian","category-peristiwa"],"views":88,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14890","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14890"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14890\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14892,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14890\/revisions\/14892"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14891"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14890"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14890"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14890"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}