{"id":14503,"date":"2024-05-28T05:37:36","date_gmt":"2024-05-28T05:37:36","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=14503"},"modified":"2024-05-28T05:37:36","modified_gmt":"2024-05-28T05:37:36","slug":"kemendikbudristek-dukung-pengembangan-olahan-empon-empon-di-lombok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=14503","title":{"rendered":"Kemendikbudristek dukung pengembangan olahan empon-empon di Lombok"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews-Lombok-<\/b>Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mendukung pengembangan produk olahan\u00a0<em>empon-empon<\/em>\u00a0para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah setempat.<\/p>\n<p>&#8220;Ini untuk mendukung hilirisasi produk unggulan di daerah,&#8221; kata perwakilan dari Kemendikbudristek Susinggih Wijaya usai melihat produk olahan\u00a0<em>empon-empon<\/em>\u00a0produksi\u00a0UMKM di kantor bupati setempat di Praya, Selasa.<\/span><\/p>\n<div><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><br \/>\nIa mengatakan program dana padanan 2024 diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat atau para UKM. Kegiatan ini dilaksanakan kolaborasi dengan Universitas Mataram dan Universitas Brawijaya\u00a0(UB).<\/p>\n<p>&#8220;Melalui program ini bisa mempercepat industrialisasi produk UMKM yang betul-betul siap diproduksi dan dihilirkan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia mengatakan program yang dilaksanakan ini berupa pendampingan dengan melibatkan universitas, sehingga produk yang dihasilkan itu sesuai dengan standar nasional.<\/p>\n<p>&#8220;Anggaran dalam program\u00a0untuk mendukung peningkatan UMKM Lombok Tengah ini sebesar Rp5 miliar,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lombok Tengah Ikhsan mengatakan potensi untuk pengembangan tanaman\u00a0<em>empon-empon<\/em>\u00a0seperti jahe, kunyit dan temulawak cukup besar.<\/p>\n<p>&#8220;Potensi kawasan untuk pengembangan tanaman\u00a0<em>empon-empon<\/em>\u00a0itu hampir 3 ribu hektare di kawasan hutan masyarakat (HKM),&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia mengatakan tanaman\u00a0<em>empon-empon<\/em>\u00a0tersebut telah diolah menjadi berbagai macam produk herbal, seperti minuman jahe, serbuk jahe, kunyit serbuk atau minuman herbal untuk menjaga kesehatan tubuh.<\/p>\n<p>&#8220;Manfaat produk<em>\u00a0empon-empon<\/em>\u00a0ini untuk menjaga kesehatan pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia mengatakan melalui program ini diharapkan dapat membudidayakan tingkat ketergantungan warga terhadap obat kimia, sehingga tanaman herbal dan mudah dibudidayakan masyarakat bisa menjadi apotik hidup bagi masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Semoga ikhtiar ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Lombok Tengah,&#8221; katanya.<\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Lombok-Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mendukung pengembangan produk olahan\u00a0empon-empon\u00a0para pelaku usaha<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14504,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,29],"tags":[],"class_list":["post-14503","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-ekonomi"],"views":256,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14503","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14503"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14503\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14505,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14503\/revisions\/14505"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14504"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14503"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14503"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14503"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}