{"id":14251,"date":"2024-05-22T10:48:19","date_gmt":"2024-05-22T10:48:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=14251"},"modified":"2024-05-22T10:50:55","modified_gmt":"2024-05-22T10:50:55","slug":"pemkab-aceh-besar-dan-bkkbn-provinsi-aceh-gelar-rapat-teknis-percepatan-penurunan-stunting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=14251","title":{"rendered":"Pemkab Aceh Besar dan BKKBN Provinsi Aceh Gelar Rapat Teknis Percepatan Penurunan Stunting"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews-Banda Aceh-<\/b>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar semakin intens dalam menangani kasus stunting di Aceh Besar, selain berbagai upaya seperti melakukan Rembug Stunting, memberikan makanan tambahan, melakukan Posyandu, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pemkab Aceh Besar juga melakukan Rapat Koordinasi teknis percepatan penurunan stunting bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh di Gedung Dewan kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Senin (20\/5\/2024).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, diwakilkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPP dan PA) Kabupaten Aceh Besar Fadhlan mengatakan, persoalan stunting bukanlah persoalan sederhana. Artinya untuk menangani kasus ini harus dicermati dan dilakukan mulai dari hulu sampai hilir. Karena stunting ini juga beririsan dengan persoalan kemiskinan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cStunting ini persoalan serius, untuk itu kita juga harus lihat persoalan dari hulu sampai hilirnya. Bahkan bukan hanya fokus pada penurunan stunting, tapi yang terpenting bagaimana upaya menuju zero new stunting atau tidak ada penambahan angka stunting baru di Aceh Besar,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam rapat stunting tersebut, dipaparkan beberapa kasus stunting di Aceh Besar, kemudian dilaksanakan diskusi dengan pakar yang berkaitan dengan stunting misal saja dari Dinas Kesehatan Aceh Besar, Satgas stunting, dan lain lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Fadhlan menegaskan jika dilihat dari paparan yang disampaikan bahwa tidak semua masyarakat dengan mudah diedukasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cPersoalan stunting ini tidak akan selesai jika kita tidak bergerak bersama, kolaborasi dan sinergi sangat diperlukan, baik puskesmas, Keuchik, camat sampai perangkat daerah terkait. Karena jika ada persoalan, ini bukan hanya tugas puskesmas saja, atau Desa saja melainkan tugas bersama,\u201d imbuhnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Hal itu disampaikan Fadhlan karena menurutnya, persoalan kemiskinan yang membuat anak tidak terpenuhi gizinya, kemudian persoalan masyarakat yang tidak mudah diarahkan untuk mencegah terjadinya stunting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201dPersoalan ini tidak akan selesai, jika kita tidak menyelesaikan bersama, dan kita berharap pada semeter I ini kasus stunting di Aceh Besar sudah selesai,&#8221; imbuhnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara itu Kepala BKKBN Aceh Safrina Salim SKM, M.Kes mengatakan jika dilihat mengenai kondisi stunting hari ini menurutnya tidak mungkin menghentikannnya, namun menurutnya yang terpenting bagaimana memutuskan ranting stunting pada ibu hamil dan saat persalinan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Jika kita melihat kondisi stunting hari ini tidak mungkin kita menghentikannya, namun tugas kita bagamaina memutuskan ranting stunting pada ibu-ibu hamil dan saat pada persalinannya,&#8221; ujar Safrina.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Safrina juga mengatakan dirinya akan mengupayakan bagaimana stunting bisa turun di Aceh, untuk Aceh Besar menurutnya juga banyak kendala salah satunya mengenai lingkungan dan karakter masyarakatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Di Aceh Besar karakter dan lingkungan masyarakatnya belum terkendali, sehingga dengan wilayah yang sangat luas dan jauh kita tidak mempunyai data konkret terkait ibu hamil dan balita yang kategorinya stunting,&#8221; ucapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Menurutnya hal itu disebabkan karena adanya intervensi yang dilakukan belum tepat sasaran. &#8220;Belum tepat sasaran itu banyak penyebabnya. Bukan berarti program yang kita berikan salah, tetapi mungkin saja pendataan dan sasaran yang akan kita berikan tidak tepat. Untuk menyasar supaya angka tidak semakin naik, kita harus lebih mengerucut kepada sasaran yang seharusnya, khususnya ibu hamil yang beresiko,&#8221; kata Safrina.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Terkait itu Safrina berharap agar Posyandu terus ditingkatkan dan bersinergi dengan Bina Keluarga Balita (BKB) serta kelurga dari anak tersebut juga harus mendapatkan edukasi dari petugas kesehatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Pencegahan stunting ini juga diperlukan edukasi kepada orang tua, khususnya ibu hamil, dan Kita juga berharap kedepan adanya bulan pengukuran 100 persen kepada anak balita di gampong, jadi setiap bulannya anak-anak tersebut diukur\/ditimbang,&#8221; jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama saling memberi masukan, mencari solusi serta melakukan langkah yang realistis untuk kemaslahatan generasi yang akan datang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Stunting harus mampu diturunkan hingga di bawah 10 persen. &#8220;Saya optimistis kita mampu melakukan dengan pelayanan kesehatan yang tepat dan program-program yang langsung pada sasaran,&#8221; imbuhnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Rapat Koordinasi Teknis tersebut juga turut dihadiri pengurus TP-PKK Aceh Besar, perwkailan Dinkes Aceh Besar, Kabid Kominfo Aceh Besar, sejumlah istri Kepala OPD, Tim TPPS, pengurus IPeKB dan Satgas Stunting, serta staf BKKBN Aceh.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Banda Aceh-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar semakin intens dalam menangani kasus stunting di Aceh Besar, selain berbagai upaya seperti melakukan Rembug Stunting, memberikan makanan tambahan,<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14252,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[71,118,37,44],"tags":[],"class_list":["post-14251","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","category-berita-nasional","category-kesehatan","category-sosial"],"views":129,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14251","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14251"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14251\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14255,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14251\/revisions\/14255"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14252"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14251"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14251"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14251"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}