{"id":1417,"date":"2021-03-06T13:12:38","date_gmt":"2021-03-06T13:12:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=1417"},"modified":"2021-03-06T13:12:38","modified_gmt":"2021-03-06T13:12:38","slug":"vaksinasi-massal-bagi-asn-di-lingkungan-pemda-provinsi-jabar-dimulai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=1417","title":{"rendered":"Vaksinasi Massal bagi ASN di Lingkungan Pemda Provinsi Jabar Dimulai"},"content":{"rendered":"<p><strong>Indonesia.LineNews.com<\/strong> &#8211; BANDUNG &#8212; Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggelar vaksinasi massal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Vaksinasi massal diharapkan dapat percepat penyuntikan vaksin dengan jumlah sasaran yang luas.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Vaksinasi massal tahap pertama bagi ASN di lingkungan Pemda Provinsi Jabar sudah dilakukan pada Kamis (4\/3\/2021) di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jabar, Kota Bandung. \u00a0Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Jabar Marion Siagian melaporkan, jumlah ASN yang mengikuti vaksinasi massal tersebut mencapai 570 orang.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Tahap berikutnya direncanakan digelar pada minggu kedua Maret ini. Tempat dan waktu akan disesuaikan dengan lokasi perangkat daerah yang bersangkutan. Tentu digabung dengan perangkat daerah lain,&#8221; ucap Marion, Sabtu (6\/3\/2021).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Marion menjelaskan, pihaknya menyusun prioritas sasaran vaksinasi tahap II bagi ASN. Penyusunan prioritas disesuaikan dengan ketersediaan vaksin COVID-19 dari pemerintah pusat.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Salah satunya adalah ASN yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat dan intens berinteraksi dengan masyarakat sehingga berpotensi besar terpapar COVID-19, seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kemudian yang bertugas dalam penanganan COVID-19 dan tergabung dalam Satgas juga menjadi sasaran vaksinasi. Karena anggota Satgas selalu berinteraksi dengan masyarakat dan sering memasuki daerah berisiko yaitu red zone,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Juga dilakukan penyuntikan ASN BPSDM sendiri, karena di lingkungan BPSDM ada pusat isolasi pasien COVID-19,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Provinsi Jabar sudah menerima vaksin 127.070 vial dengan ekuivalen 1 vial 9 dosis dari pemerintah pusat pada Senin (22\/2\/2021). Sedangkan, jumlah sasaran vaksinasi tahap II di Jabar sekitar 6,6 juta orang. Rinciannya, ada 4.403.984 lansia dan 2.195.215 petugas publik.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Marion mengatakan, pemerintah pusat akan kembali mengirim vaksin COVID-19 ke Jabar pekan depan. &#8220;Droping vaksin tahap II termin II ke Jabar sekitar 84.740 vial dengan ekuivalen satu vial sembilan dosis,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Selain menggelar vaksinasi massal bagi ASN Pemda Provinsi Jabar intens mendorong pemerintah kabupaten\/kota untuk mempercepat penyuntikan vaksinasi tahap I dengan sasaran SDM Kesehatan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Marion menuturkan, dalam percepatan vaksinasi tahap I, pihaknya bersama pemerintah kabupaten\/kota menambah kapasitas dan hari penyuntikan vaksin COVID-19.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Per 4 Maret 2021, SDM Kesehatan yang sudah disuntik dosis I mencapai 205.000 atau 112,81 persen dari target sasaran yakni 181.701 orang. Sedangkan cakupan dosis II sudah 136.753 atau 75,26 persen dari target,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kenapa lebih dari 100 persen? Karena SDM Kesehatan yang belum terdata di SI SDMK harus tetap menjalani vaksinasi COVID-19,<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia.LineNews.com &#8211; BANDUNG &#8212; Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggelar vaksinasi massal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Vaksinasi massal diharapkan dapat percepat penyuntikan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[],"class_list":["post-1417","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-nasional"],"views":316,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1417","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1417"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1417\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1419,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1417\/revisions\/1419"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1417"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1417"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1417"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}