{"id":13406,"date":"2024-04-29T11:48:37","date_gmt":"2024-04-29T11:48:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=13406"},"modified":"2024-04-29T11:48:37","modified_gmt":"2024-04-29T11:48:37","slug":"visi-2025-2045-riau-maju-dan-berkelanjutan-dalam-lingkungan-budaya-melayu-yang-agamis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=13406","title":{"rendered":"Visi 2025-2045, Riau Maju dan Berkelanjutan dalam Lingkungan Budaya Melayu yang Agamis"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews-Pekanbaru<\/b>\u00a0&#8211; Penjabat (Pj) Gubernur Riau SF Hariyanto menjelaskan bahwa visi Provinsi Riau 2025-2045 yaitu Riau Maju dan Berkelanjutan dalam Lingkungan Budaya Melayu yang Agamis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Adapun kata Maju dalam visi tersebut bermakna pembangunan yang dilakukan memberikan manfaat serta nilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;kata kunci, mandiri, berdaya saing, modern, tangguh, inovatif, adil dan sejahtera,&#8221; kata SF Hariyanto di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (29\/4\/2024).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Tambahnya, Berkelanjutan bermakna terwujudnya pembangunan dengan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan hidup, sosial dan ekonomi yang kuat serta berlanjut untuk menjamin kesejahteraan kehidupan generasi mendatang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Poin ini kata kuncinya yaitu lestari dan seimbang, ekonomi, sosial dan lingkungan,&#8221; ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Lanjutnya, Berbudaya Melayu dan lingkungan yang agamis bermakna terwujudnya masyarakat Provinsi Riau yang selalu menjunjung tinggi nilai kebudayaan Melayu dan pola pikir masyarakat Melayu didalam kehidupan bermasyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Kata kuncinya yaitu memahami nilai-nilai budaya, berperilaku sesuai dengan nilai-nilai budaya yang agamis. Agama sebagai motor penggerak pembangunan,&#8221; terang SF Hariyanto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Ia mengungkapkan bahwa sasaran visi 2045 diantaranya yaitu peningkatan pendapatan per kapita, pengentasan kemiskinan dan ketimpangan, meningkatnya daya saing daerah, dan peran kebudayaan Melayu dalam pembangunan daerah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">&#8220;Serta peningkatan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM), penurunan emosi GRK menuju Net Zero Emission,&#8221; pungkasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sebelumnya Pj Gubernur Riau juga mengatakan bahwa dalam Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025- 2045 telah dirumuskan visi Indonesia emas 2045 yaitu negara Nusantara berdaulat, maju dan berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pengembangan ekonomi setiap wilayah akan difokuskan melalui konsep koridor ekonomi. Untuk koridor ekonomi Sumatera adalah Industri berbasis Sumber Daya Alam (SDA) dan hubungan ekonomi biru Barat Indonesia.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Pekanbaru\u00a0&#8211; Penjabat (Pj) Gubernur Riau SF Hariyanto menjelaskan bahwa visi Provinsi Riau 2025-2045 yaitu Riau Maju dan Berkelanjutan dalam Lingkungan Budaya Melayu yang Agamis. Adapun<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13407,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[73,41,57,53,48,40],"tags":[],"class_list":["post-13406","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-komunikasi","category-nasional","category-pekanbaru","category-pembangunan","category-pemerintahan","category-seni-budaya"],"views":124,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13406","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13406"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13406\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13408,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13406\/revisions\/13408"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13407"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13406"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13406"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13406"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}