{"id":13301,"date":"2024-04-25T06:22:56","date_gmt":"2024-04-25T06:22:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=13301"},"modified":"2024-04-25T06:22:56","modified_gmt":"2024-04-25T06:22:56","slug":"pentingnya-tracer-study-untuk-pengembangan-kurikulum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=13301","title":{"rendered":"Pentingnya Tracer Study Untuk Pengembangan Kurikulum"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\"><b>IndonesiaLineNews-Jakarta-<\/b>Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Riau (LPPMP-UNRI) melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penyamaan persepsi tracer study. Kegiatan ini guna mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 1, Akreditasi dan Pengembangan Kurikulu, pada Rabu (24\/4) di Pekanbaru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Dalam sambutannya, sekaligus membuka acara, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr Hermandra, MA mengatakan, pentingnya penyamaan persepsi tracer study guna mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 1.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pusat Tracer Study LPPMP memberikan manfaat untuk pelaksanaan akreditasi pada Program Studi (Prodi) dan Akreditasi Institusi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cTracer study sangat penting dalam mendukung IKU 1 Perguruan Tinggi Negeri. Hasil tracer study yang datanya hanya bisa didapatkan terpusat di tingkat Universitas melalui Pusat Tracer Study LPPMP, memberikan manfaat untuk pelaksanaan akreditasi pada Program Studi (Prodi) dan Akreditasi Institusi, serta juga untuk pengembangan kurikulum pada masing-masing Prodi,&#8221; ujar, Dr Hermandra.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Sementara itu, Ketua LPPMP UNRI, Dr Belli Nasution, SIP MA dalam sambutannya juga menambahkan pentingnya meningkatkan kerjasama antara Pusat Tracer Study LPPMP dengan seluruh Prodi yang ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">\u201cTracer study wajib dilakukan ditingkat universitas secara berkala, terdokumentasi, dan ditargetkan ke seluruh populasi yang tentunya mengacu kepada tracer study Dikti\u201d ujar Dr Belli Nasution, SIP MA.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) ini juga menghadirkan empat orang narasumber yang memaparkan Kontribusi Tracer Study Terhadap Akreditasi dan Pengembangan Kurikulum yaitu Dr Arifudin, SP, MP (selaku Koordinator Pusat Tacer Study), Prof Reni Suryanita,ST MT, Dr Rahman Karnila, MSi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Kemudian, ada pula Dr rer nat, Delita Zul, MSi, dengan peserta yang berasal seluruh Koordinator Program Studi pada Fakultas dan Pascasarjana di lingkungan UNRI.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana; font-size: large;\">Satu di antara rekomendasi yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah, tracer study memiliki relevansi penting dalam membangun kemampuan alumni untuk bersaing di dunia kerja. Hal ini berdampak kepada pengembangan kurikulum yang nantinya dapat dilihat dari berbagai indikator meliputi masa tunggu, gaji, ataupun kesesuaian dengan bidang pekerjaan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Riau (LPPMP-UNRI) melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penyamaan persepsi tracer study. Kegiatan ini guna mendukung pencapaian Indikator<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13302,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,57,38],"tags":[],"class_list":["post-13301","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-pekanbaru","category-pendidikan"],"views":138,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13301","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13301"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13301\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13303,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13301\/revisions\/13303"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13302"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13301"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13301"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13301"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}