{"id":13105,"date":"2024-04-19T09:02:20","date_gmt":"2024-04-19T09:02:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=13105"},"modified":"2024-04-19T09:02:20","modified_gmt":"2024-04-19T09:02:20","slug":"frekuensi-kasus-kebakaran-di-jakarta-turun-selama-ramadan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=13105","title":{"rendered":"Frekuensi Kasus Kebakaran di Jakarta Turun Selama Ramadan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana;\"><b>IndonesiaLineNews-Jakarta-<\/b>Frekuensi kasus kebakaran di Jakarta sepanjang bulan suci Ramadan 1445 Hijriah, tepatnya periode 12 Maret hingga 9 April 2024 menurun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan mengatakan, frekuensi kasus kebakaran selama Ramadan tercatat mengalami penurunan sekitar empat persen dibandingkan periode serupa tahun lalu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">&#8220;Selama Ramadan telah terjadi 144 kasus kebakaran atau turun dari tahun lalu\u00a0yang berjumlah 150 kejadian,&#8221; ujarnya, Jumat (19\/4).\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">Ia menjelaskan, selama periode ini, Jakarta Timur menjadi wilayah dengan frekuensi tertinggi kebakaran sebanyak 41 kejadian, disusul Jakarta Barat 33 kejadian, Jakarta Selatan 32 kejadian serta 19 kejadian di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">Sementara faktor dugaan penyebab kebakaran akibat korsleting listrik masih menjadi pemicu tertinggi sebesar 90 kasus, gas 17 kasus, rokok enam kasus, membakar sampah tiga kasus, lilin satu kasus dan lainnya 27 kasus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">Rincian objek yang terbakar selama periode ini terdiri dari bangunan perumahan 46 kejadian, instalasi luar gedung 36 kejadian, bangunan umum dan perdagangan 26 kejadian.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">&#8220;Sisanya kendaraan 20 kejadian, lapak empat kejadian, bangunan industri dua kejadian, tumbuhan dua kejadian, sampah dua kejadian\u00a0dan lain-lain enam kejadian,&#8221; sambung Satriadi.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">Satriadi mengungkapkan, penurunan frekuensi kebakaran di Jakarta selama Ramadan berkat upaya sosialisasi pencegahan kebakaran yang dilakukan secara masif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">\u201cSaya mengapresiasi seluruh Satuan Tugas (Satgas) Gulkarmat Kelurahan dan Kepala Sektor Gulkarmat Kecamatan yang rutin melakukan sosialisasi,&#8221; ucapnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">Ia memaparkan, bentuk sosialisasi yang digencarkan jajarannya seperti stikerisasi pencegahan, woro-woro imbauan dan edukasi di lingkungan rumah tinggal serta publikasi konten iklan\u00a0layanan masyarakat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">\u00a0\u201cKini kita tidak hanya menunggu kebakaran datang. Tapi\u00a0melakukan upaya preventif untuk mencegah kebakaran,\u201d paparnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">Satriadi menambahkan, pihaknya terus mendorong\u00a0 partisipasi dan peran aktif masyarakat dalam pencegahan kebakaran.<\/span><\/p>\n<p class=\"text-justify\"><span style=\"font-family: verdana;\">&#8220;Kami mengajak warga terus meningkatkan kewaspadaan diri terhadap bahaya kebakaran. Apabila terjadi kebakaran, warga diimbau melapor dengan menghubungi layanan Jakarta Siaga 112,&#8221; tandasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Jakarta-Frekuensi kasus kebakaran di Jakarta sepanjang bulan suci Ramadan 1445 Hijriah, tepatnya periode 12 Maret hingga 9 April 2024 menurun.\u00a0 Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13106,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,45,51],"tags":[],"class_list":["post-13105","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-jakarta","category-peristiwa"],"views":85,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13105","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13105"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13105\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13107,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13105\/revisions\/13107"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13106"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}