{"id":12800,"date":"2024-04-11T07:42:14","date_gmt":"2024-04-11T07:42:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=12800"},"modified":"2024-04-11T07:42:14","modified_gmt":"2024-04-11T07:42:14","slug":"pertamina-distribusikan-253-440-lpg-subsidi-ke-ntb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/?p=12800","title":{"rendered":"Pertamina distribusikan 253.440 LPG subsidi ke NTB"},"content":{"rendered":"<p><b>IndonesiaLineNews-Mataram-<\/b>Pertamina Patra Niaga Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mendistribusikan sebanyak 253.440 tabung LPG subsidi ke sejumlah mitra penyalur yang ada di wilayah Nusa Tenggara Barat.<\/p>\n<p>Area Manager Comm, Rel &amp; CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Kamis, menyampaikan pendistribusian ini berlangsung secara bertahap selama dua pekan mulai dari H-7 sampai H+7 Idul Fitri 1445 Hijriah.<\/p>\n<p>&#8220;Jumlah yang kami distribusikan ini 172,5 persen lebih besar dari konsumsi normal harian LPG bersubsidi pada bulan April sebesar 146.930 tabung per hari atau setara 440,8 metrik ton per hari,&#8221; kata Ahad.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, konsumsi LPG subsidi selama momentum Ramadhan 1445 Hijriah diprediksi naik 10 persen dengan puncak konsumsi H-3 hingga H+2 lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi, tujuan dari penambahan pasokan ini untuk stabilisasi harga, agar tidak ada pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan momentum ini mengambil keuntungan dengan meningkatkan harga jual di atas HET,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Dia mengatakan bahwa stok LPG untuk wilayah NTB pada umumnya cenderung aman karena telah ditopang oleh 2 terminal LPG, yakni Supply Point Utama Terminal LPG Sekotong dan Integrated Terminal Bima dengan total stok LPG mencapai 1779,4 metrikton.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan konsumsi normal harian 434 metrikton per hari, stok yang ada saat ini sangat aman,&#8221; ucap dia.<\/p>\n<p>Adapun penambahan stok ini, jelas dia, berbeda besaran tiap kota\/kabupaten berdasarkan pantauan kenaikan konsumsi dengan daftar terlampir.<\/p>\n<p>&#8220;Setiap kabupaten\/kota di NTB mendapatkan tambahan yang bervariasi mulai dari paling kecil 137,4 persen hingga 251,9 persen berdasarkan proyeksi peningkatan konsumsi di masing-masing daerah,&#8221; ujar Ahad.<\/p>\n<p>Meski demikian, ia menyayangkan masih banyak masyarakat yang enggan membeli ke pangkalan LPG resmi Pertamina.<\/p>\n<p>&#8220;Rata-rata alasan tidak beli di pangkalan, karena praktis, cari yang dekat saja. Kalau begitu, ketika harganya melambung di pengecer, seharusnya masyarakat tidak perlu resah akibat pilihan sendiri,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Padahal, kata dia, pangkalan resmi sudah tersedia stok LPG yang melimpah dengan harga sesuai HET. Menurut dia, kenaikan harga di tingkat pengecer ini sama halnya seperti mengeluhkan harga BBM eceran.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat agar melakukan pembelian di pangkalan resmi pertamina dengan jumlah yang wajar sesuai kebutuhan agar mendapat harga HET NTB Rp18.000 per tabung 3 kilogram,&#8221; ucap Ahad.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, ia memberikan saran kepada masyarakat yang ingin mengetahui informasi seputar pangkalan resmi Pertamina terdekat tempat tinggal, dapat menghubungi melalui Call Center 135.<\/p>\n<p>Informasi resmi seputar layanan Pertamina juga dapat diakses juga melalui sosial media perusahaan @pertaminapatraniaga dan @patraniaga.jatimbalinus.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>IndonesiaLineNews-Mataram-Pertamina Patra Niaga Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mendistribusikan sebanyak 253.440 tabung LPG subsidi ke sejumlah mitra penyalur yang ada di wilayah Nusa<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12801,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[118,29,58,41],"tags":[],"class_list":["post-12800","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-ekonomi","category-jawa-timur","category-nasional"],"views":219,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12800","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12800"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12800\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12802,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12800\/revisions\/12802"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12801"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12800"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12800"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesialinenews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12800"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}